Mamuju, Taburanews.my.id — Upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Indonesia mendapat dorongan baru dari Sulawesi Barat. Polda Sulbar melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) menggencarkan pendataan TBC dengan melibatkan jajaran kepolisian hingga tingkat sektor dalam sebuah sosialisasi yang digelar di Aula Mapolresta Mamuju.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat deteksi, pengawasan, dan pengendalian penyakit menular yang hingga kini masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia.

Tidak hanya melibatkan aparat kepolisian, kegiatan tersebut juga mempertemukan unsur pemerintah daerah dan tenaga kesehatan dalam satu forum kolaborasi.

Kabid Dokkes Polda Sulbar Kombes Pol dr. Effri Susanto menegaskan bahwa pendataan yang akurat menjadi kunci utama dalam mempercepat upaya eliminasi TBC.

Menurutnya, data yang terintegrasi akan membantu pemerintah dan tenaga kesehatan dalam melakukan pemetaan kasus, penanganan pasien, hingga pencegahan penyebaran penyakit secara lebih efektif.

“Kami ingin memastikan seluruh jajaran memahami pentingnya pendataan TBC sebagai bagian dari upaya bersama menyelamatkan masyarakat dari ancaman penyakit ini,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.

Sosialisasi itu turut dihadiri Direktur Binmas Polda Sulbar Kombes Pol Prasetya Sejati, Kapolresta Mamuju Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat dr. Hj. Nursyamsi R. Hamsah, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju dr. Sita Harit Ibrahim, Sp.PD.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat menyambut positif keterlibatan kepolisian dalam mendukung program kesehatan nasional.

Menurutnya, keberhasilan menekan angka kasus TBC membutuhkan kerja sama lintas sektor karena tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan, tetapi juga edukasi dan kesadaran masyarakat.

Di sisi lain, Kapolresta Mamuju Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi menyatakan jajarannya siap mendukung penuh program yang digagas Polda Sulbar.

Selain membantu proses pendataan, aparat kepolisian juga akan berperan aktif dalam menyosialisasikan pentingnya deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan TBC hingga selesai.

Kolaborasi antara kepolisian dan sektor kesehatan ini dinilai menjadi langkah strategis dalam mempercepat target nasional eliminasi TBC.

Dengan dukungan data yang lebih akurat serta keterlibatan berbagai pihak, pemerintah berharap angka penularan dapat ditekan dan kualitas kesehatan masyarakat terus meningkat.

Dari Mamuju, gerakan bersama melawan TBC kini diperkuat. Pesannya jelas: perang terhadap Tuberkulosis tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus menjadi gerakan kolektif seluruh elemen bangsa demi mewujudkan Indonesia bebas TBC. ***

Penulis: HMB
Editor : Tim Redaksi