Narasi pesan suara yang beredar di media sosial menyebut anggota Polri memberikan uang Rp300 ribu kepada pemuda di Kampung Ugapuga untuk aksi pemalangan. Kapolres menegaskan informasi tersebut tidak benar, tidak didukung bukti, dan mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi.

Taburanews.my.id – Sebuah narasi berupa pesan suara yang viral di media sosial dan aplikasi perpesanan terkait dugaan anggota Polri memberikan uang kepada sejumlah pemuda untuk melakukan aksi pemalangan jalan di Kampung Ugapuga, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, hal ini dibantah tegas oleh Kapolres AKBP Dennis Arya Putra. Minggu (26/7).

Melalui materi edukasi dan klarifikasi resmi yang disebarluaskan kepada masyarakat, Kapolres menyatakan informasi tersebut merupakan narasi yang belum terbukti kebenarannya dan tidak didukung fakta maupun laporan resmi.

Dalam pesan suara yang beredar, disebutkan bahwa sekitar pukul 18.30 WIT terdapat kendaraan Sabhara dan satu unit truk personel Polri melintas di Kampung Ugapuga. Narasi itu kemudian mengklaim adanya pemberian uang sebesar Rp300 ribu kepada beberapa pemuda agar melakukan aksi pemalangan di ruas Jalan Trans.

Namun, berdasarkan penjelasan Kapolres, patroli yang dilakukan personel Polres Dogiyai bersama Brimob BKO merupakan kegiatan rutin dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Kapolres juga menegaskan rute patroli saat itu hanya sampai di Kampung Obayo dan tidak menuju Kampung Ugapuga sebagaimana disebutkan dalam narasi yang beredar.

Selain itu, kepolisian menyatakan tidak ditemukan adanya pemberian uang maupun ajakan kepada masyarakat untuk melakukan aksi pemalangan. Hingga saat ini juga tidak terdapat laporan resmi ataupun bukti yang mendukung tuduhan dalam pesan suara tersebut.

Kapolres AKBP Dennis Arya Putra, mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi, selalu melakukan verifikasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya, serta mengutamakan informasi yang berasal dari sumber resmi.

Kepolisian mengingatkan bahwa penyebaran informasi yang belum terverifikasi berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat dan mengganggu situasi keamanan. Karena itu, masyarakat diajak bersama-sama menjaga persatuan, kedamaian, dan kondusivitas di Kabupaten Dogiyai dengan tidak mudah terpengaruh oleh hoaks maupun propaganda yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. ***