SERUI, Taburanews.my.id — Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan Permenas Mandenas, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Yapen dengan meninjau sejumlah program strategis pemerintah, mulai dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), ketersediaan stok pangan di Perum Bulog Serui, hingga pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih.
Kunjungan yang didampingi Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu menjadi bagian dari upaya pengawasan DPR RI terhadap pelaksanaan program nasional di wilayah Papua, khususnya daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Rangkaian kunjungan diawali di SMP Negeri 1 Serui untuk melihat secara langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini tengah dijalankan pemerintah. Selanjutnya, rombongan meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Keadilan Papua Sejahtera, Perum Bulog Serui, Lapas Kelas IIB Serui, serta sejumlah lokasi yang diproyeksikan menjadi Kampung Nelayan Merah Putih.

Dalam keterangannya, Yan Mandenas menegaskan bahwa setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi wajib mengutamakan pembelian bahan pangan dari pasar dan pelaku usaha lokal guna mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas gizi anak-anak sekolah, tetapi juga harus mampu memberikan dampak ekonomi bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha lokal.
“Kalau kebutuhan bahan makanan di pasar belum terpenuhi, barulah bisa diambil dari distributor. Namun prinsipnya tidak boleh ada monopoli,” tegas Yan.
Ia mengatakan DPR RI akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kami terus melakukan pengawasan dan evaluasi agar kualitas program ini semakin baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para siswa di daerah,” ujarnya.
Meski demikian, Yan mengakui pelaksanaan MBG di Kabupaten Kepulauan Yapen belum sepenuhnya menjangkau seluruh sekolah, terutama yang berada di wilayah kampung dan daerah terpencil.
Ia mengungkapkan, hasil evaluasi DPR RI bersama pemerintah menunjukkan perlunya percepatan pembangunan fasilitas pendukung MBG di wilayah 3T. Karena itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad telah mendorong agar daerah-daerah terpencil menjadi prioritas dalam implementasi program tersebut.
“Ketika DPR sudah mendorong hal ini kepada pemerintah, maka daerah 3T wajib menjadi prioritas dan harus terpenuhi,” katanya.
Yan menambahkan, DPR RI dalam waktu dekat akan memberikan sejumlah catatan kepada Kepala Badan Gizi Nasional yang baru untuk mempercepat pembangunan dapur MBG sesuai kebutuhan dan jumlah siswa di wilayah 3T.
Selain menyoroti pelaksanaan MBG, Yan Mandenas juga memberi perhatian terhadap distribusi bantuan pangan pemerintah. Ia mengingatkan pentingnya pengawasan agar bantuan yang disalurkan benar-benar diterima masyarakat yang berhak dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan tertentu.
Saat berada di Perum Bulog Serui, Yan bersama Bupati Kepulauan Yapen meninjau langsung kondisi stok pangan dan mekanisme distribusi bantuan pemerintah hingga ke wilayah kampung.
Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah lokasi pembangunan dapur MBG di distrik-distrik terluar sesuai spesifikasi yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.
Namun hingga kini, pemerintah daerah masih menunggu tindak lanjut pemerintah pusat terkait pelaksanaan pembangunan fisik dapur tersebut.
“Lokasinya sudah kami siapkan. Untuk pembangunan nantinya menjadi kewenangan pemerintah pusat. Kami berharap melalui kunjungan Bapak Yan Mandenas, hal ini dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Benyamin.
Ia menegaskan bantuan pangan dan program MBG merupakan program strategis yang harus dikawal bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke kampung-kampung.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Serui, Firmansyah, mengungkapkan bahwa pasokan minyak goreng di Kabupaten Kepulauan Yapen masih menjadi perhatian karena distribusinya belum sepenuhnya stabil.
“Kondisi ini tentunya menjadi perhatian untuk disampaikan kepada pemerintah pusat,” katanya.
Meski demikian, Firmansyah memastikan stok beras Bulog di Kabupaten Kepulauan Yapen masih dalam kondisi aman. Saat ini cadangan beras mencapai sekitar 1.300 ton dan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama empat bulan ke depan.
Ia juga menjelaskan bahwa distribusi beras Bulog ke berbagai wilayah di Kepulauan Yapen mendapat dukungan dari TNI dan Polri untuk memastikan penyaluran berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran.
Kunjungan Yan Mandenas ke Yapen menjadi bagian dari pengawasan DPR RI terhadap pelaksanaan program-program strategis pemerintah di Papua. Selain memastikan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis, kunjungan tersebut juga menyoroti ketahanan pangan daerah serta upaya pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi lokal. ***
Penulis: Dino
Editor : Jiro Nussy

