Nabire, Taburanews.my.id — Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menyampaikan pesan menyentuh tentang arti persahabatan, pengabdian, dan harapan bagi masa depan Papua Tengah dalam momen pisah sambut Kapolda.
Dalam sambutannya, Meki mengenang perjalanan panjang kebersamaan dengan jajaran kepolisian, mulai dari diskusi santai hingga menghadapi dinamika keamanan di lapangan.

“Kita datang dan pergi dalam hidup ini biasa. Tapi tidak ada yang bisa kita bawa selain pertemanan,” ujarnya.
Ia bahkan mengisahkan pengalaman berangkat dini hari dari Sentani untuk menjemput Jaksa Agung, hingga harus mencarter pesawat akibat keterlambatan penerbangan. Baginya, hal itu menjadi simbol komitmen menjaga hubungan dan tanggung jawab terhadap negara.
Meki juga mengungkapkan kebanggaannya melihat putra-putra Papua kini mampu menempati posisi strategis di institusi Polri.
“Waktu saya lihat orang Papua jadi bintang dua, saya bangga. Ternyata orang Papua juga bisa,” katanya.
Menurut dia, capaian tersebut menjadi bukti bahwa generasi Papua memiliki kemampuan yang tidak kalah dan mampu bersaing di tingkat nasional.
Dalam suasana penuh keakraban, ia menekankan pentingnya komunikasi informal yang kerap dibangun melalui pertemuan sederhana.
“Di ujung secangkir kopi, selalu ada hal bermanfaat untuk negeri ini,” tuturnya.
Ia juga menyinggung pengalaman menghadapi konflik di wilayah Puncak Jaya, di mana dirinya menegaskan komitmen untuk menghadirkan perdamaian.
“Saya datang hanya untuk selesaikan perdamaian,” ucapnya.
Kepada Kapolda Papua Tengah yang baru, Meki berpesan agar melanjutkan fondasi yang telah dibangun oleh pejabat sebelumnya, dengan mengedepankan komunikasi, kolaborasi, dan kerja nyata.
“Tidak perlu kita hidup di media sosial. Kerja nyata itu bunyinya lebih nyaring,” tegasnya.
Ia mengakui, membangun Papua Tengah sebagai daerah otonomi baru bukan perkara mudah. Keterbatasan sumber daya manusia hingga fasilitas masih menjadi tantangan.
“Kita bukan Tuhan, tidak semua bisa sempurna. Tapi apa yang kita mulai, itu akan jadi dasar ke depan,” katanya.
Meski demikian, ia optimistis dengan sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan, stabilitas di Papua Tengah akan terus terjaga.
Ia bahkan menyebut kondisi Nabire mulai menunjukkan situasi yang semakin kondusif, seiring kuatnya komunikasi dan koordinasi antar pihak.
Menutup sambutannya, Meki mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga persatuan dan menghadirkan kedamaian di Papua Tengah.
“Kita ingin surga itu ada di tanah ini. Dan itu hanya bisa terjadi kalau kita kerja sama,” pungkasnya. ***

