Nabire, Taburanews.my.id — Video viral dugaan pengibaran bendera Merah Putih dalam posisi terbalik di lingkungan Pangkalan TNI AL (Lanal) Nabire akhirnya berbuntut panjang. Anggota Lanal Nabire resmi melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Papua Tengah pada Rabu (1/4/2026).
Laporan diajukan langsung ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) oleh Serka POM Teguh Santoso yang saat itu bertugas sebagai perwira jaga. Dalam proses pelaporan, ia turut didampingi Pjs. Dandenpom Lanal Nabire, Letda Laut (PM) Bagus Rahmad Efendi.

Langkah hukum ini diambil sebagai respons atas beredarnya video di media sosial Facebook melalui akun @idonbabol yang memicu perhatian luas publik. Dalam video tersebut, terlihat momen pengibaran bendera Merah Putih yang diduga berada dalam posisi terbalik di area markas Lanal Nabire.
Proses pelaporan berlangsung cukup lama, yakni sekitar tiga jam, dimulai pukul 10.00 WIT hingga 13.00 WIT di ruang Ditreskrimsus. Laporan itu pun telah resmi teregister dengan Nomor: STTLP/02/IV/RES2.5./2026/DITRESKRIMSUS.
Pihak kepolisian langsung merespons cepat. Laporan diterima oleh P.S. Kasubdit V Siber Ditreskrimsus, AKP Mas S. Raharjo, yang memastikan kasus ini tengah dalam tahap penyelidikan awal.
“Penyidik masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan berbagai keterangan dari sejumlah saksi,” demikian keterangan yang dihimpun.
Sejumlah pihak akan dipanggil untuk dimintai klarifikasi, termasuk warga yang berada di sekitar Markas Komando Lanal Nabire saat kejadian berlangsung. Tak hanya itu, anggota jaga yang bertugas pada saat pengibaran bendera juga akan dimintai keterangan guna memastikan kronologi secara utuh.
Dalam prosedur tetap (protap) pengibaran bendera di lingkungan TNI AL, terdapat sejumlah personel yang memiliki peran spesifik. Setidaknya enam personel terlibat, mulai dari dua petugas pengibar bendera, pemukul lonceng, perwira jaga, anggota Polisi Militer Angkatan Laut (POM AL), hingga dua orang caraka.
Dengan sistem yang sudah terstruktur tersebut, proses pengibaran bendera seharusnya berjalan sesuai aturan yang berlaku. Karena itu, dugaan kesalahan dalam video viral tersebut menjadi perhatian serius.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan akan dilakukan secara objektif dan menyeluruh untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik peristiwa ini.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak berspekulasi serta menunggu hasil resmi penyelidikan yang saat ini masih berjalan.

