Nabire, Taburanews.my.id — Sebuah gambar yang beredar luas di media sosial dan diklaim sebagai peristiwa kericuhan di Dogiyai pada 31 Maret 2026 dipastikan tidak benar alias hoaks.
Informasi tersebut awalnya mencuat setelah sebuah unggahan yang dikaitkan dengan media online Jubi.id pada 3 April 2026 ramai diperbincangkan warganet. Narasi yang menyertai gambar tersebut menyebutkan bahwa foto itu merupakan dokumentasi kejadian terbaru di wilayah Dogiyai, Papua Tengah.
Namun, hasil penelusuran menunjukkan fakta berbeda. Gambar yang beredar tersebut bukanlah peristiwa baru, melainkan foto lama yang sudah pernah dipublikasikan sebelumnya oleh media daring Papua.indozone.id pada 27 Februari 2026.
Temuan ini menegaskan bahwa klaim yang menyebutkan foto tersebut sebagai kejadian pada 31 Maret 2026 di Dogiyai adalah tidak sesuai fakta.
Penyebaran informasi yang tidak akurat seperti ini dinilai berpotensi menyesatkan publik serta memperkeruh situasi, khususnya di wilayah yang sensitif terhadap isu keamanan.
Masyarakat pun diimbau untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di ruang digital. Verifikasi sumber dan pengecekan fakta menjadi langkah penting sebelum mempercayai sebuah konten yang beredar di media sosial.
Selain itu, publik juga diminta untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum jelas kebenarannya, serta turut menjaga situasi tetap kondusif dengan tidak menyebarkan ulang informasi yang belum terverifikasi.
Dengan meningkatnya arus informasi di era digital, kewaspadaan dan literasi media menjadi kunci utama agar tidak terjebak dalam penyebaran hoaks. ***

