Nabire, Taburanews.my.id — Sebuah video yang memperlihatkan dugaan penaikan bendera Merah Putih dalam kondisi terbalik di lingkungan Pangkalan TNI AL (Lanal) Nabire viral di media sosial dan memicu perhatian luas publik.
Video tersebut beredar di platform Facebook melalui akun bernama Idon Bahabol. Dalam tayangan itu tampak bendera dengan posisi warna putih berada di atas dan merah di bawah, yang kemudian dinarasikan sebagai kesalahan dalam pelaksanaan upacara oleh pihak Lanal Nabire.

Menanggapi viralnya video tersebut, pihak Lanal Nabire bergerak cepat dengan melakukan pengecekan internal secara menyeluruh.
Pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh personel divisi jaga yang bertugas pada waktu kejadian sebagaimana yang ditampilkan dalam video.
Hasilnya, tidak ditemukan adanya kesalahan dalam pelaksanaan penaikan maupun penurunan bendera di lingkungan markas.
Petugas jaga memastikan seluruh prosedur telah dijalankan sesuai ketentuan dalam tata upacara militer.
Tak hanya itu, personel yang bertanggung jawab juga telah dimintai keterangan dan menyatakan tidak pernah melakukan kesalahan seperti yang ditampilkan dalam video viral tersebut.
Keterangan dari warga sekitar turut memperkuat hasil investigasi internal. Lidya, seorang warga yang rumahnya berhadapan langsung dengan kawasan Lanal Nabire, mengaku tidak pernah melihat adanya kejadian penaikan bendera dalam kondisi terbalik.
“Selama ini aktivitas penaikan bendera di Lanal Nabire berjalan normal dan sesuai prosedur,” ujarnya, kepada media, Selasa (31/3/2026).
Dalam penelusuran lanjutan, pihak Lanal Nabire menemukan watermark bertuliskan “Info AI” pada video yang beredar.
Analisis lebih mendalam pun dilakukan dan mengarah pada kesimpulan bahwa konten tersebut terindikasi merupakan hasil rekayasa menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Perwakilan Lanal Nabire, Mayor (Mar) Husen, menegaskan bahwa video tersebut tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Telah dilaksanakan pengecekan dan analisa lanjutan terhadap video tersebut, dengan hasil bahwa video dimaksud terindikasi merupakan hasil generate menggunakan AI,” ungkapnya, kepada media saat klarifikasi terkait video viral tersebut.
Ia memastikan bahwa seluruh kegiatan penaikan dan penurunan bendera di Lanal Nabire dilaksanakan sesuai prosedur tetap yang berlaku.
Saat ini, Lanal Nabire tengah mendalami motif di balik penyebaran video tersebut, termasuk peran akun pengunggah. Langkah lanjutan yang akan diambil antara lain pemanggilan pemilik akun untuk klarifikasi serta penyusunan laporan resmi kepada pihak kepolisian.
Pendalaman juga dilakukan secara komprehensif untuk menelusuri sumber penyebaran dan pihak-pihak yang terlibat, guna memastikan kejelasan serta akuntabilitas.
Lanal Nabire pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta tidak mudah terpengaruh oleh konten yang belum terverifikasi kebenarannya. (FN)

