Timika, Taburanews.my.id — Dukungan terhadap pelaksanaan Operasi Damai Cartenz 2026 terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat di Tanah Papua.
Kali ini, apresiasi datang dari tokoh agama di Kabupaten Mimika yang menilai pendekatan persuasif dan humanis aparat berhasil menghadirkan rasa aman sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.
Gembala GMS Timika, Iwan Sumandak, menyampaikan apresiasi atas dedikasi personel Operasi Damai Cartenz yang dinilai tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan, kasih, dan kepedulian sosial dalam setiap tugas di lapangan.

Menurutnya, masyarakat Papua merasakan langsung pendekatan yang berbeda dari aparat, yakni lebih dialogis, terbuka, dan menyentuh sisi kemanusiaan warga.
“Amo longo, nima wetimi, saipah. Pada kesempatan ini, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Operasi Damai Cartenz yang terus bekerja dengan keberanian, pengorbanan, dan hati dalam menjaga kedamaian serta melindungi masyarakat,” ujar Iwan Sumandak, Sabtu (10/5/2026).
Ia menegaskan bahwa kehadiran aparat di Papua saat ini membawa pesan damai yang dirasakan langsung oleh masyarakat lintas kalangan.
“Kami melihat bahwa selalu ada pesan kedamaian, kepedulian, dan kasih kepada sesama dalam setiap langkah yang dilakukan,” lanjutnya.
Tak hanya memberi apresiasi, Iwan juga mengajak seluruh masyarakat dan umat beragama di Papua, khususnya di Kota Timika, untuk terus menjaga persatuan dan keharmonisan sosial demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif.
“Mari kita terus bergandengan tangan dan tetap menjadi terang bagi tanah dan kota kita tercinta, Tanah Papua dan Kota Timika,” ungkapnya.
Operasi Damai Cartenz 2026 sendiri terus mengedepankan pendekatan humanis melalui komunikasi aktif bersama tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga.
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan stabilitas keamanan yang kondusif sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap pentingnya menjaga perdamaian bersama di Papua.
Dukungan dari para tokoh agama diharapkan menjadi energi positif bagi masyarakat untuk bersama-sama menolak kekerasan, memperkuat toleransi, serta membangun Papua yang aman, damai, dan penuh persaudaraan. ***
Penulis: AFZ
Editor : Tim Redaksi

