NABIRE, Taburanews.my.id — Gelombang penolakan terhadap investasi di Papua kembali mencuat. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Pelajar Mahasiswa/i Papua Tengah (SPM-PT) se-Papua Tengah menggelar aksi mimbar bebas di Kabupaten Nabire, Jumat (5/6/2026), dengan membawa sejumlah tuntutan terkait krisis kemanusiaan, konflik bersenjata, hingga perlindungan hak masyarakat adat.
Aksi yang berlangsung di Jalan Patriot, Kelurahan Karang Tumaritis, Nabire, itu diikuti sekitar 50 peserta. Massa membawa pengeras suara, spanduk, baliho, dan pamflet berisi penolakan terhadap berbagai bentuk investasi yang dinilai berpotensi merugikan masyarakat adat serta mengancam kelestarian lingkungan Papua.
Dalam orasinya, para peserta aksi menyoroti kondisi keamanan dan kemanusiaan di sejumlah wilayah Papua. Mereka menyerukan penghentian konflik bersenjata, perlindungan hak-hak masyarakat adat atas tanah ulayat, serta evaluasi terhadap berbagai proyek investasi yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat lokal.
Tak hanya berorasi, massa juga membacakan pernyataan sikap yang memuat sejumlah tuntutan, mulai dari penghentian operasi keamanan di daerah konflik, perlindungan hak tanah adat, evaluasi perusahaan investasi, hingga pemulihan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.
Aksi tersebut mendapat pengamanan dari aparat kepolisian guna memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib. Petugas melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan koordinator lapangan untuk menjaga situasi tetap kondusif selama penyampaian aspirasi berlangsung.
Meski menyuarakan kritik keras terhadap berbagai kebijakan yang dianggap berdampak pada masyarakat Papua, aksi berlangsung damai hingga selesai. Sekitar pukul 11.45 WIT, massa membubarkan diri secara tertib tanpa adanya insiden yang mengganggu keamanan.
Aksi mahasiswa ini kembali menegaskan bahwa isu investasi, hak masyarakat adat, dan krisis kemanusiaan masih menjadi perhatian serius di Papua Tengah, sekaligus menjadi sorotan publik di tengah berbagai proyek pembangunan yang terus bergulir di wilayah tersebut. ***
Viral Tuduhan Polisi Bayar Warga untuk Palang Jalan di Dogiyai, Kapolres AKBP Dennis Arya Putra Bantah: Itu Hoaks dan Tak Ada Buktinya
Narasi pesan suara yang beredar di media sosial menyebut anggota Polri memberikan uang Rp300 ribu kepada pemuda di Kampung Ugapuga untuk aksi pemalangan. Kapolres menegaskan informasi tersebut tidak benar, tidak…
Polres Dogiyai Turun Langsung ke Titik Rawan, Patroli Jalan Kaki Sisir Pasar hingga Terminal demi Pastikan Kamtibmas Tetap Kondusif
Dipimpin Kasat Binmas bersama personel Brimob Polda Papua dan Papua Barat, patroli menyasar pusat keramaian untuk memperkuat rasa aman masyarakat dan mencegah potensi gangguan keamanan. Dogiyai, Taburanews.my.id – Polres Dogiyai…