Nabire, Taburanews.my.id — Penemuan sesosok mayat laki-laki di lokasi pengambilan material Kampung Bumi Mulia, Distrik Wanggar, kembali membuka pertanyaan soal keamanan wilayah pinggiran Nabire.
Korban berinisial AP ditemukan tak bernyawa pada Senin pagi, 2 Februari 2026, sekitar pukul 10.00 WIT, dalam kondisi tanpa baju dan hanya mengenakan celana pendek abu-abu.
Laporan penemuan tersebut disampaikan warga kepada Polsek Nabire Barat setelah korban ditemukan tergeletak di areal terbuka yang minim aktivitas warga pada pagi hari.
Hingga kini, polisi belum memastikan apakah kematian korban disebabkan faktor medis, kecelakaan, atau mengarah pada dugaan tindak kekerasan.
Kapolsek Nabire Barat IPTU Bogi Transtanto, S.H., bersama anggota piket mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan awal. Setibanya di tempat kejadian perkara, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Lokasi penemuan diareal pengambilan material ini, diketahui relatif jauh dari permukiman padat dan kerap sepi pada jam-jam tertentu.
Proses olah TKP kemudian dilanjutkan oleh Unit Identifikasi Satreskrim Polres Nabire yang dipimpin Kasat Reskrim IPTU Habibi Cendrawasih Solosa, S.Tr.K., S.I.K. Petugas mengamankan sejumlah barang bukti serta mengumpulkan keterangan awal dari saksi di sekitar lokasi.
Jenazah korban dievakuasi ke RSUD Nabire untuk dilakukan visum et repertum guna mengetahui penyebab pasti kematian.
Polisi juga mulai menelusuri identitas korban secara lebih mendalam, termasuk aktivitas terakhir sebelum ditemukan meninggal dunia.
Sejumlah indikasi awal masih dikaji aparat. Kondisi korban yang ditemukan tanpa baju di lokasi terbuka memunculkan dugaan kematian tidak wajar, meski polisi belum menarik kesimpulan.
Aparat menyatakan penyelidikan difokuskan pada rekonstruksi waktu kematian, jejak di sekitar TKP, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Kasus ini menambah daftar peristiwa penemuan mayat di wilayah Nabire dan sekitarnya dalam beberapa waktu terakhir, di tengah situasi keamanan yang masih menjadi perhatian aparat.
Wilayah dengan aktivitas ekonomi informal seperti lokasi galian dan jalur sepi kerap disebut rawan menjadi titik terjadinya tindak kriminal maupun kecelakaan yang luput dari pengawasan.
Hingga berita ini diturunkan, kepolisian menyatakan penyelidikan masih berlangsung dan belum menutup kemungkinan adanya unsur pidana.
Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait korban maupun kejadian sebelum penemuan mayat agar segera melapor untuk membantu pengungkapan kasus secara terang-benderang. (JN).
Viral Tuduhan Polisi Bayar Warga untuk Palang Jalan di Dogiyai, Kapolres AKBP Dennis Arya Putra Bantah: Itu Hoaks dan Tak Ada Buktinya
Narasi pesan suara yang beredar di media sosial menyebut anggota Polri memberikan uang Rp300 ribu kepada pemuda di Kampung Ugapuga untuk aksi pemalangan. Kapolres menegaskan informasi tersebut tidak benar, tidak…
Polres Dogiyai Turun Langsung ke Titik Rawan, Patroli Jalan Kaki Sisir Pasar hingga Terminal demi Pastikan Kamtibmas Tetap Kondusif
Dipimpin Kasat Binmas bersama personel Brimob Polda Papua dan Papua Barat, patroli menyasar pusat keramaian untuk memperkuat rasa aman masyarakat dan mencegah potensi gangguan keamanan. Dogiyai, Taburanews.my.id – Polres Dogiyai…