Biak, Taburanews.my.id — Warga Kabupaten Biak Numfor, Papua, dibuat geger setelah sebuah bom jenis granat tangan aktif peninggalan Perang Dunia II ditemukan di lingkungan SMP Angkasa Biak.
Granat tersebut sempat dibawa oleh seorang siswa sebelum akhirnya diamankan oleh personel Lanud Manuhua TNI AU dan diserahkan kepada personel Brimob Kompi 4 Batalyon A Pelopor Biak untuk penanganan lebih lanjut.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Danton 5 Kompi 4 Batalyon A Pelopor Biak, IPDA Heri Setyawan, mewakili Komandan Kompi 4 Batalyon A Pelopor Biak AKP Stefen Sabon, S.H., M.H., memimpin empat personel Brimob menuju Pos Penjagaan Lanud Manuhua guna mengamankan benda berbahaya tersebut.

Menurut IPDA Heri Setyawan, granat tangan yang ditemukan itu masih dalam kondisi aktif dan berpotensi meledak apabila ditangani secara tidak tepat.
“Bom jenis granat tangan ini masih aktif dan sangat mudah meledak apabila mendapatkan penanganan yang salah,” ujar IPDA Heri saat dikonfirmasi media.
Ia menjelaskan, granat tersebut merupakan peninggalan Perang Dunia II yang saat ini dikategorikan sebagai UXO atau Unexploded Ordnance, yakni bahan peledak yang gagal meledak namun masih memiliki daya ledak tinggi.
Setelah dilakukan pengamanan, granat tangan tersebut kini disimpan di Markas Kompi 4 Batalyon A Pelopor Biak sambil menunggu proses administrasi dan pemusnahan oleh tim yang berwenang.
“Untuk sementara bom jenis granat tangan yang disebut UXO ini telah diamankan di Mako Kompi 4 Batalyon A Pelopor Biak. Selanjutnya akan dibuatkan surat pemusnahan dan kami tangani secara profesional,” katanya.
IPDA Heri juga mengingatkan masyarakat Biak agar segera melaporkan kepada aparat keamanan apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga bom atau mortir peninggalan perang.
Menurutnya, wilayah Biak masih banyak ditemukan sisa-sisa amunisi Perang Dunia II yang sebagian besar masih aktif dan membahayakan keselamatan warga.
“Di Biak ini masih banyak mortir maupun bom peninggalan Perang Dunia II. Kami mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan benda mencurigakan karena banyak yang masih aktif,” tutupnya.
Usai melakukan pengamanan, personel Brimob Kompi 4 Batalyon A Pelopor Biak kembali ke markas sambil menunggu jadwal pelaksanaan pemusnahan granat tangan tersebut. ***
Penulis: Wanca.
Editor : Tim Redaksi.

