Kigamani, Taburanews.my.id — Aparat gabungan TNI-Polri memperketat pengamanan di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, menyusul momentum pengumuman kelulusan SMA/SMK yang dinilai rawan memicu gangguan keamanan. Senin (11/5/2026), ratusan personel gabungan dikerahkan dalam Apel Sinergitas dan patroli skala besar untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Kegiatan pengamanan dipusatkan di Mapolres Dogiyai dan dipimpin langsung Wakapolres Dogiyai AKP Ngarifin, S.H., bersama unsur TNI serta satuan Brimob dan pasukan BKO lainnya.

Aparat turun langsung menyisir titik-titik rawan di wilayah Moanemani hingga jalur Trans Nabire–Enarotali sebagai langkah antisipasi terhadap potensi konvoi liar pelajar, aksi massa, hingga ancaman gangguan keamanan pasca penindakan terhadap kelompok TPNPB Kodap XI Odiyai.

“Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegas AKP Ngarifin dalam arahannya saat apel gabungan.

Patroli gabungan dilakukan menggunakan kendaraan taktis dan kendaraan dinas dengan pola show of force di sejumlah lokasi strategis seperti Kampung Kimupugi, Terminal Moanemani, Kampung Mauwa, Kampung Ekemanida, serta jalur utama penghubung Dogiyai-Nabire.

Selain patroli mobile, aparat juga mengedepankan pendekatan humanis dengan memberikan imbauan kepada para pelajar dan pemuda agar tidak melakukan euforia kelulusan secara berlebihan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Langkah pengamanan ini juga dilakukan sebagai respons terhadap agenda unjuk rasa IPMADO di Nabire serta meningkatnya kewaspadaan aparat pasca-operasi penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata di wilayah Dogiyai.

Hingga patroli berakhir sekitar pukul 11.10 WIT, situasi di Kabupaten Dogiyai dilaporkan tetap aman dan terkendali.

Tidak ditemukan adanya konvoi besar maupun kerumunan massa yang mengganggu aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas.

Sinergi antara Polres Dogiyai, Brimob Resimen III Korps Brimob Polri, Brimob Yon A Por Polda Papua Tengah, serta unsur TNI dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah pegunungan Papua agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat tetap berjalan normal tanpa rasa takut. ***

Penulis: MNC
Editor : Tim Redaksi