Jayapura, Taburanews.my.id – Pendekatan humanis yang dilakukan Satgas Operasi Damai Cartenz menuai apresiasi dari tokoh agama di Papua.

Pendeta Johan Godlief Nussy, M.Th menilai kehadiran Satgas tidak lagi sekadar menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga aktif membangun hubungan sosial yang dekat dengan masyarakat.

Menurut Johan, pola pendekatan yang dilakukan personel Satgas Damai Cartenz menghadirkan suasana berbeda di tengah masyarakat Papua. Ia menyebut aparat kini lebih terbuka, ramah, dan hadir langsung menyentuh kebutuhan warga melalui berbagai kegiatan sosial dan edukatif.

“Saya melihat Satgas Damai Cartenz ini sangat ramah dengan masyarakat.
Biasanya ada kesan jarak antara masyarakat dengan aparat, tetapi saya melihat ada sesuatu yang berbeda dari Satgas ini,” ujar Johan di Jayapura, Senin (25/5/2026).

Ia menilai langkah humanis tersebut berhasil mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat Papua, terutama lewat kegiatan yang menyasar generasi muda.

Selain menjaga situasi keamanan tetap kondusif, Satgas Operasi Damai Cartenz juga aktif memberikan edukasi tentang bahaya narkoba, pembinaan moral, hingga pentingnya hidup bermasyarakat kepada anak-anak dan remaja di Papua.

Tak hanya itu, personel Satgas juga rutin menggelar aksi sosial dengan mengunjungi panti asuhan, gereja, hingga pesantren untuk memberikan bantuan dan edukasi kepada masyarakat.

“Bukan hanya itu, mereka juga melakukan kegiatan kesehatan dan berbagai aksi sosial lainnya yang sangat membantu masyarakat,” katanya.

Johan menegaskan, pendekatan persuasif dan kemanusiaan seperti ini menjadi langkah penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan di Papua.

Ia berharap program sosial dan kemanusiaan yang dilakukan Satgas Operasi Damai Cartenz dapat terus berjalan demi mendukung terciptanya Papua yang aman, damai, dan harmonis.

“Kami berharap Papua menjadi tanah damai untuk semua orang. Karena itu kami memberikan apresiasi kepada Satgas Operasi Damai Cartenz yang selain menjaga keamanan, juga hadir di tengah masyarakat dengan kegiatan-kegiatan humanis,” tuturnya.

Menurut Johan, sinergi antara aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pembangunan di Tanah Papua. ***

Penulis: AFZ
Editor : Tim Redaksi