Nabire, Taburanews.my.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberi dampak nyata bagi ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Badan Gizi Nasional (BGN) Nabire menggandeng Yonif TP 804/DBAY untuk membangun rantai pasok pangan lokal demi memenuhi kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kolaborasi tersebut difokuskan pada pemanfaatan hasil pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan masyarakat agar dapat terserap langsung dalam program MBG.
Langkah ini dinilai bukan hanya mendukung pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga membuka pasar baru bagi petani, peternak, dan nelayan lokal.

Kepala BGN Nabire, Marsel Asyerem, mengatakan program MBG kini diarahkan menjadi penggerak ekonomi rakyat di tingkat kampung.
Menurutnya, selama ini banyak hasil pertanian dan perikanan masyarakat sulit dipasarkan karena persaingan pasar dan minimnya akses distribusi.
“Ke depan hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan air tawar masyarakat akan diserap oleh dapur MBG. Ini peluang besar bagi masyarakat untuk meningkatkan produksi,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Ia menambahkan, keberadaan dapur MBG diharapkan mampu menghidupkan kembali lahan-lahan tidur di wilayah Distrik Teluk Kimi dan sekitarnya.
Masyarakat didorong aktif bertani, berkebun, beternak, hingga membudidayakan ikan sebagai pemasok kebutuhan pangan program MBG.
Sementara itu, Komandan Yonif TP 804/DBAY Letkol Inf Okto Hutabri Tanimba mengungkapkan bahwa satuannya memang dipersiapkan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
Di atas lahan markas seluas 40 hektare, prajurit mengembangkan berbagai sektor pangan mulai dari sawah, perkebunan, peternakan hingga perikanan.
“Saat ini kami memiliki lebih dari 20 ribu ekor lele yang siap dipanen dalam dua minggu ke depan untuk mendukung menu MBG,” katanya.
Tak hanya itu, Yonif TP 804/DBAY juga memiliki 30 kolam budidaya lele yang mampu menghasilkan sekitar 10 ribu ekor ikan setiap pekan.
Selain budidaya ikan, satuan tersebut mengelola delapan hektare lahan persawahan dan lima hektare area perkebunan yang ditanami berbagai komoditas pangan.
Menurut Okto, keterlibatan TNI dalam program MBG bukan sekadar membantu penyediaan bahan baku, tetapi juga memastikan Kabupaten Nabire mampu mandiri pangan tanpa bergantung pada pasokan dari luar daerah.
“Kami ingin MBG benar-benar menggerakkan ekonomi kerakyatan dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Distrik Teluk Kimi. Kepala Distrik Teluk Kimi, Oktovianus Yoweni, menilai program MBG membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat, terutama petani, peternak, dan nelayan.
Ia memastikan pemerintah distrik akan mengaktifkan peran BUMDes guna membantu masyarakat meningkatkan produksi pangan untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG di Nabire.
“Ini kesempatan besar bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui sektor pertanian dan perikanan,” katanya. ***
Penulis: FDL
Editor : Tim Redaksi

