Nabire, Taburanews.my.id — Pemasangan palang oleh Satgas Penegakan Kawasan Hutan (PKH) di wilayah Kilometer 95 dan Kilometer 103, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat. Isu yang berkembang menyebutkan bahwa negara mengambil alih hingga menyita tanah milik warga dan tanah adat di wilayah tersebut.

Menanggapi polemik itu, Korem 173/PVB akhirnya buka suara. Kasi Intel Korem 173/PVB, Kolonel Inf Budi Suriadi, menegaskan bahwa pemasangan palang tersebut sama sekali bukan bentuk penyitaan tanah masyarakat, melainkan bagian dari proses penegakan hukum atas dugaan aktivitas ilegal di kawasan hutan.

“Kami tegaskan, pemasangan palang bukan negara mengambil alih tanah masyarakat. Itu dilakukan karena adanya indikasi pelanggaran dan tindak pidana di kawasan hutan,” ujar Kolonel Inf Budi Suriadi kepada awak media di Nabire, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, lokasi yang dipasangi palang saat ini masih berada dalam proses penyelidikan aparat penegak hukum.

Karena itu, pemasangan tanda tersebut diperlukan untuk kepentingan proses hukum dan pengamanan barang bukti di lapangan.

Ia meminta masyarakat tidak mudah terpancing isu yang belum jelas kebenarannya, terutama narasi yang menyebut pemerintah melakukan perampasan hak milik warga maupun tanah adat.

“Semua proses ini murni dalam rangka penegakan hukum, bukan penguasaan atau penyitaan tanah masyarakat,” tegasnya lagi.

Satgas PKH juga memastikan pemasangan palang akan tetap dilakukan hingga seluruh proses hukum selesai.

Barang bukti yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran di kawasan tersebut akan diproses sesuai aturan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap persoalan ini, aparat turut mengimbau masyarakat Kabupaten Nabire untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Warga diminta tidak melakukan aksi pemalangan maupun tindakan lain yang dapat memicu gangguan keamanan.

“Kami berharap masyarakat tetap kondusif, stabil, dan tidak terpancing emosi. Mari sama-sama menjaga keamanan wilayah,” tutup Kolonel Budi Suriadi. ***

Penulis: ABI
Editor : Tim Redaksi