Nabire, Taburanews.my.id — Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Papua Tengah membongkar jaringan peredaran ganja lintas wilayah yang melibatkan seorang warga negara Papua Nugini (PNG) dan seorang pemuda asal Nabire.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita sekaligus memusnahkan barang bukti ganja seberat 808 gram, Rabu (13/5/2026).

Kasus ini menjadi sorotan setelah aparat mengungkap modus penyelundupan narkotika melalui jalur laut menggunakan kapal penumpang KM Gunung Dempo dari Jayapura menuju Nabire.

Kabid Humas Polda Papua Tengah, I Made Suartika mengatakan, pengungkapan bermula dari informasi masyarakat terkait masuknya narkotika ke Kabupaten Nabire melalui jalur pelayaran.

“Barang bukti narkotika jenis ganja yang dimusnahkan hari ini merupakan hasil pengungkapan kasus peredaran ganja yang melibatkan seorang warga PNG dan seorang pemuda di Kabupaten Nabire,” ujarnya.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan intensif hingga berhasil menangkap pria berinisial ES (27), warga PNG, pada 29 April 2026 di Pelabuhan Nabire.

Saat diamankan, ES diduga hendak mengedarkan ganja yang dibawanya dari Jayapura menggunakan KM Gunung Dempo.

Dari hasil pemeriksaan, ganja tersebut diketahui disembunyikan di dalam tas noken untuk mengelabui petugas selama perjalanan laut menuju Nabire.

Tak berhenti di situ, Ditresnarkoba Polda Papua Tengah kembali melakukan pengembangan dan berhasil menangkap seorang pria berinisial AR (28), warga Nabire, yang diduga menjadi bagian dari jaringan peredaran ganja bersama ES.

“Kemudian dari hasil pengembangan kasus, anggota kembali berhasil menangkap seorang pria berinisial AR yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran ganja bersama ES di Kabupaten Nabire,” kata I Made.

Selain menyita 808 gram ganja yang dikemas dalam plastik, polisi juga mengamankan sejumlah telepon genggam milik kedua pelaku yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dalam transaksi narkoba.

Polda Papua Tengah menegaskan, pemusnahan barang bukti dilakukan sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Papua Tengah yang kini mulai marak memanfaatkan jalur laut.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkotika demi menyelamatkan generasi muda,” pungkasnya. ***

Penulis: RR
Editor : Tim Redaksi