Dogiyai, Taburanews.my.id — Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah foto yang diklaim sebagai peristiwa kericuhan di wilayah Dogiyai, 31 Maret 2026, Papua Tengah.
Unggahan tersebut pertama kali muncul dari akun bernama KNPB News Nabire dan dengan cepat menyebar luas melalui berbagai platform, termasuk WhatsApp.
Namun, setelah dilakukan penelusuran mendalam, informasi tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks.
Fakta sebenarnya mengungkap bahwa foto yang beredar bukan berasal dari Dogiyai, melainkan merupakan dokumentasi kejadian di wilayah Sanggeng, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Penelusuran di media sosial juga menemukan sumber asli foto tersebut berasal dari unggahan akun Facebook milik individu berinisial LL dan AP.
Hal ini memperkuat bahwa narasi yang mengaitkan foto dengan situasi di Dogiyai adalah tidak sesuai fakta.
Pihak terkait menegaskan bahwa kondisi keamanan di Dogiyai hingga saat ini terpantau aman dan kondusif.
Meski demikian, aparat keamanan tetap meningkatkan patroli dan pengawasan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Penyebaran informasi yang tidak benar seperti ini dinilai berpotensi menyesatkan masyarakat serta memperkeruh situasi keamanan di daerah.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan bijak dalam menerima informasi.
“Masyarakat diharapkan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya, serta tidak ikut menyebarluaskan konten yang belum terverifikasi,” demikian imbauan yang disampaikan.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan publik dapat lebih cermat dalam menyaring informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah persatuan dan stabilitas keamanan. ***

