Dogiyai, Taburanews.my.id — Pendekatan humanis yang dilakukan aparat kepolisian kembali membuahkan hasil.
Dalam patroli dialogis yang digelar pada Kamis (2/4/2026) sore.

Personel gabungan dari Polres Dogiyai dan Polda Papua Tengah berhasil meredam potensi ketegangan akibat pemalangan jalan di wilayah tersebut.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 18.00 WIT itu diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Dogiyai, Kompol Y. Mince Mayor.

Apel ini menjadi simbol komitmen aparat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah dinamika yang berkembang.

Patroli kemudian dipimpin oleh Kasubdit 3 Ditreskrimum Polda Papua Tengah, AKBP Dennis A. Putra, menyusuri Jalan Trans Nabire–Enarotali.

Tidak sekadar melakukan pengamanan, patroli ini juga mengedepankan komunikasi aktif dengan warga sebagai upaya membangun kepercayaan.

Saat tiba di Kampung Idakebo, Distrik Kamuu Utara, petugas menemukan adanya pemalangan jalan oleh masyarakat setempat.

Namun, alih-alih mengambil tindakan represif, aparat memilih pendekatan persuasif melalui dialog terbuka.

Langkah tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk DPRK Dogiyai dan tokoh masyarakat.

Dari hasil koordinasi, diketahui bahwa pemalangan jalan merupakan bagian dari proses penyelesaian masalah internal warga yang masih berlangsung.

Masyarakat setempat menyampaikan komitmennya untuk membuka palang secara bertahap, seiring dengan proses penyelesaian yang dilakukan secara adat dan musyawarah.

Pendekatan ini menunjukkan peran Polri tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga harmoni sosial.

Dengan mengedepankan komunikasi dan nilai kebersamaan, situasi yang sempat berpotensi memanas dapat diredam tanpa konflik.

Hingga patroli berakhir, kondisi di lokasi terpantau aman dan kondusif.

Meskipun akses jalan belum sepenuhnya normal, optimisme akan terciptanya situasi yang damai di Dogiyai terus terjaga.

Polri menegaskan, keamanan yang berkelanjutan hanya dapat tercapai melalui sinergi, saling menghargai, dan komunikasi yang terbuka antara aparat dan masyarakat. ***