Nabire, Taburanews.my.id – Insiden kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai memakan korban dari aparat kepolisian.

Seorang anggota Polsek Kamuu, Bripda A.M.A.Y., mengalami luka serius setelah terkena anak panah di bagian dada kanan, Sabtu (4/4/2026).

Korban sempat mendapatkan penanganan awal di RSUD Kelas I Nabire sebelum akhirnya dievakuasi oleh tim medis Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Papua Tengah untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Proses evakuasi dilakukan sejak pagi hari sekitar pukul 06.00 WIT, dipimpin oleh IPDA dr. Andre Herlambang bersama tim medis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi korban dilaporkan tidak stabil.

Tim dokter telah melakukan tindakan medis intensif berupa pemasangan drainase pada dada kanan, pemberian infus, serta pemasangan kateter.

Tercatat, produksi drain mencapai 300 ml dan urin 110 ml, menandakan perlunya penanganan lanjutan secara serius.

Selanjutnya, korban dirujuk menggunakan pesawat dari Bandara Douw Aturure menuju Bandara Sentani.

Setibanya di Jayapura pukul 09.55 WIT, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura untuk menjalani perawatan intensif dan pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis bedah.

Polda Papua Tengah menegaskan komitmennya untuk memberikan penanganan terbaik bagi korban sekaligus memastikan situasi keamanan di Dogiyai tetap terkendali pasca kerusuhan. ***