Nabire, Taburanews.my.id — Isu ketahanan pangan kini tak lagi sebatas wacana. Di Nabire, langkah konkret mulai dirajut. Himpunan Petani (Hipeta) Nabire bertemu dengan Komandan Yonif TP 804/DBAY, Letkol Inf Okto Hutabri Tanimba, untuk memperkuat kolaborasi sektor pertanian dan pembinaan masyarakat.
Ketua Hipeta Nabire, Kristovel Mara, A.Md., Tek., datang bersama jajaran pengurus dan tokoh adat Papua Tengah, Herman Sayori. Pertemuan di Markas Yonif TP 804/DBAY itu berlangsung hangat, namun sarat agenda strategis.

Kristovel memaparkan perkembangan pembinaan kelompok tani yang kini digarap Hipeta. Mulai dari pertanian padi, hortikultura, tanaman hias, hingga kehutanan. Ia mencontohkan, tanaman hias yang mempercantik kawasan bandara baru Nabire merupakan hasil produksi petani binaan.
Tak hanya itu, hasil panen padi petani lokal telah diserap Bulog Nabire. Langkah ini dinilai sebagai sinyal positif bagi penguatan produksi sekaligus stabilitas harga di tingkat petani.
Di sektor kehutanan, Hipeta mulai mengembangkan budidaya gaharu di sejumlah titik. Komoditas bernilai ekonomi tinggi ini diharapkan menjadi alternatif sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
“Kami ingin pembinaan kelompok tani semakin kuat dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga,” ujar Kristovel.
Sementara itu, Letkol Inf Okto Hutabri Tanimba menegaskan, Yonif TP 804/DBAY tidak hanya menjalankan tugas pertahanan. Mengacu pada arahan Presiden RI Prabowo Subianto, satuan tersebut juga menjalankan fungsi pembinaan teritorial, termasuk mendukung ketahanan pangan.
Saat ini, Yonif TP 804/DBAY mengelola lahan padi seluas enam hektare di SP 1 Bumi Raya serta menjalankan program peternakan dan perikanan di sejumlah lokasi di Nabire.
Kolaborasi antara Hipeta dan Yonif TP 804/DBAY dinilai menjadi model sinergi sipil-militer dalam mendorong kemandirian pangan daerah. Di tengah tantangan distribusi dan keterbatasan infrastruktur di Papua Tengah, penguatan produksi lokal menjadi kunci.
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ia menandai babak baru upaya bersama menjadikan Nabire sebagai salah satu simpul ketahanan pangan di Papua Tengah. (FN).

