Nabire, Taburanews.my.id — Refleksi satu tahun kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah berubah menjadi panggung pemaparan arah besar pembangunan. Dipandu jurnalis senior Andy Noya, talkshow itu tak sekadar seremoni, melainkan pernyataan ambisi: Papua Tengah harus naik kelas.
“Kalau bicara potensi, kita punya semua. Laut utara, laut selatan, tanah luas untuk pertanian dan peternakan. Kekayaan alam kita luar biasa. Tapi kita belum luar biasa dalam pengelolaannya,” tegas Meki membuka diskusi, Jum’at (20/2/2026).

Fokus satu tahun pertama, kata Meki, adalah membangun fondasi ekonomi yang terukur. Dua indikator dijadikan jangkar: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Logikanya sederhana. IPM naik berarti kualitas manusia membaik. SDM yang kuat mendorong produktivitas. Produktivitas yang tumbuh otomatis mengangkat PDRB. Dari situlah kapasitas fiskal daerah ikut menguat.
“Kalau PDRB kuat, program bisa jalan. Kalau ekonomi tumbuh, masyarakat merasakan langsung,” ujarnya.
Pemerintah, lanjut dia, tengah menuntaskan regulasi dan perizinan yang selama tujuh bulan terakhir diproses. Targetnya, eksekusi penuh bisa berjalan dalam waktu dekat.
Meki memaparkan daftar program konkret yang sudah mulai digerakkan:
- Penanaman 100 hektare kelapa
- Pengembangan kakao skala besar di Nabire
- Ekspansi kopi di wilayah timur
- Pembangunan cold storage 300 ton di tingkat kabupaten dan 250 ton di tingkat lokal
- Penjajakan sentra peternakan dan penggilingan padi
Langkah ini diarahkan untuk memperkuat sektor riil baik pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan, sebagai tulang punggung ekonomi Papua Tengah.
“Kalau lima tahun konsisten, persoalan ekonomi kita bisa selesai,” kata Meki optimistis.
Wakil Gubernur Deinas Geley menekankan bahwa pembangunan tak boleh berhenti di ibu kota provinsi. Distrik dan kampung harus menjadi episentrum pertumbuhan.
“Kita bangun dari bawah. Petani, nelayan, usaha mikro harus bergerak dulu. Infrastruktur jalan jalan terus, tapi ekonomi rakyat tidak boleh menunggu,” ujarnya.
Menurut Deinas, pemerataan menjadi kata kunci agar pertumbuhan tidak timpang dan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
Isu investasi juga mencuat dalam diskusi. Pemerintah provinsi tengah membuka komunikasi dengan investor sektor pertanian dan peternakan. Skema produksi besar dinilai mampu membuka ribuan lapangan kerja baru.
“Kalau investasi masuk, produksi naik, lapangan kerja terbuka, daya beli meningkat. Di situ ekonomi bergerak,” jelas Meki.
Andy Noya dalam sesi tanya jawab menggarisbawahi pentingnya tata kelola dan konsistensi. Potensi besar, menurutnya, harus diimbangi manajemen yang kuat agar tidak berhenti sebagai wacana.
Melalui Talkshow, Meki menyampaikan pesan tegas: satu tahun pertama adalah fase menata fondasi. Tahun-tahun berikutnya harus menjadi fase akselerasi.
Papua Tengah, dengan kekuatan laut, tanah subur, serta komoditas unggulan seperti kakao, kopi, dan kelapa, kini memancang target menjadi kekuatan ekonomi baru di timur Indonesia.
Ambisinya jelas: bukan sekadar kaya potensi, tetapi kuat dalam eksekusi. (FN).

