Nabire, Taburanews.my.id — Komandan Batalyon Infanteri TP 804/DBAY, Letkol Inf Okto Hutabri Tanimba, S.H., M.H.I., memimpin Upacara Bendera rutin 17-an di Lapangan Mako Yonif TP 804/DBAY, Distrik Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Rabu (18/2/2026).

Upacara yang semestinya digelar pada 17 Februari itu dimundurkan sehari karena bertepatan dengan hari libur nasional. Meski demikian, pelaksanaan tetap berlangsung khidmat dan penuh makna bagi seluruh prajurit.
Dalam amanatnya, Letkol Okto menekankan bahwa upacara 17-an bukan sekadar agenda seremonial bulanan. Ia menyebut momentum tersebut sebagai ruang refleksi sekaligus penguat komitmen pengabdian prajurit, terutama dalam menjalankan tugas di wilayah Papua Tengah yang memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri.
“Upacara ini harus menjadi pengingat akan tanggung jawab, disiplin, dan loyalitas kita sebagai prajurit. Profesionalisme adalah harga mati dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujarnya di hadapan peserta upacara.
Tanggal 17 memiliki nilai historis bagi bangsa Indonesia sebagai simbol Proklamasi Kemerdekaan. Karena itu, upacara rutin setiap tanggal 17 dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus peneguhan nilai nasionalisme dan patriotisme di lingkungan TNI.
Rangkaian kegiatan meliputi pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan Teks Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Sapta Marga, Sumpah Prajurit, 8 Wajib TNI, amanat Inspektur Upacara, serta doa penutup.
Seluruh prajurit Yonif TP 804/DBAY mengikuti kegiatan dengan tertib. Upacara berlangsung aman dan lancar, mencerminkan kedisiplinan serta kesiapan satuan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. (FN).

