Nabire, Taburanews.my.id – Instruksi Presiden soal penanganan sampah langsung ditindaklanjuti di daerah. Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) turun langsung menyisir tumpukan sampah di Pasar Kalibobo, Kabupaten Nabire, Jumat (13/2/2026).

Aksi bersih-bersih yang dimotori personel Yonif TP 804/DBAY itu menjadi bagian dari gerakan Karya Bakti kolaboratif bersama Pemerintah Kabupaten Nabire. Dalam waktu dua jam, tiga truk sampah berhasil diangkut dari kawasan pasar yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan penumpukan limbah di ibu kota Papua Tengah tersebut.
Kegiatan diawali dengan apel pukul 08.00 WIT sebelum seluruh personel dibagi ke lima sektor krusial: area depan pasar yang berbatasan dengan jalan raya, terminal, jalan utama, sisi belakang, serta sisi kiri pasar. Titik-titik ini dinilai paling sering dipenuhi sampah dari aktivitas perdagangan harian.
Dengan perlengkapan sederhana, sarung tangan, sapu, sekop, hingga kantong sampah, aparat TNI-Polri, ASN, dan warga tampak bahu-membahu mengumpulkan sampah. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nabire mengerahkan tiga armada untuk memastikan sampah langsung diangkut ke TPA Karadiri dan tidak kembali menumpuk.
Kasdim 1705/Nabire, Mayor Inf. Prihatin, menegaskan kegiatan Jumat Bersih bukan sekadar seremonial, melainkan hasil rapat koordinasi lintas sektor.
“Sudah kita sepakati setiap hari Jumat kita laksanakan bersih-bersih, terutama di fasilitas umum seperti pasar, terminal, dan Taman Gizi. Ini untuk mengedukasi masyarakat agar terbiasa hidup bersih dan membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya di sela kegiatan.
Menurutnya, Pasar Kalibobo masih menjadi salah satu titik yang membutuhkan perhatian serius. Ia meminta pedagang dan masyarakat tak hanya mengandalkan gerakan rutin pemerintah.
“Jangan tunggu Jumat Bersih. Kesadaran itu harus muncul dari diri masing-masing,” tegasnya.
Senada, Asisten I Setda Nabire, La Halim, menyebut aksi tersebut sebagai gerakan kolektif seluruh stakeholder kota. Pemerintah, kata dia, telah bergerak beberapa pekan terakhir untuk menekan persoalan sampah di sejumlah titik, termasuk pasar dan terminal.
Langkah ini disebut sejalan dengan arahan Presiden agar kota-kota di Indonesia, terutama ibu kota provinsi, bebas dari persoalan sampah. Sebagai ibu kota provinsi baru, Nabire dinilai harus menjadi wajah pengelolaan kebersihan di Papua Tengah.
Aksi yang berlangsung hingga pukul 10.00 WIT itu ditutup dengan kebersamaan lintas unsur, mempertegas pesan bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.
Melalui Karya Bakti tersebut, Yonif TP 804/DBAY menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendukung program daerah, bukan hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam memastikan ruang publik tetap bersih, sehat, dan layak bagi masyarakat. (FN).

