Mamuju, Taburanews.my.id — Ketegangan sempat menyelimuti Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Minggu (15/2/2026) dini hari. Perkelahian dua pemuda di area SPBU Tapalang nyaris memicu konflik lebih luas antara warga Kelurahan Galung (Petakeang) dan Kasambang.

Insiden yang melibatkan Irham dan Junasir itu tak sekadar persoalan personal. Gesekan keduanya dengan cepat menyulut emosi warga dari dua wilayah berbeda. Aparat menilai, tanpa langkah cepat, situasi bisa berkembang menjadi benturan komunal.

Merespons situasi tersebut, jajaran Polsek Tapalang langsung bergerak. Mediasi darurat digelar dengan menghadirkan tokoh masyarakat Galung dan Kasambang, serta unsur Forkopimcam setempat.

Kapolsek Tapalang H. Mino menegaskan pihaknya tak ingin persoalan itu membesar. “Ini langkah preventif. Kami tidak mau konflik pribadi berkembang menjadi konflik antarwilayah,” ujarnya usai pertemuan.

Forum mediasi turut dihadiri Camat Tapalang Syawal Muttalib, Danramil Tapalang, serta lurah dari kedua kelurahan. Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup itu, para pihak sepakat menyelesaikan perkara melalui mekanisme adat dan musyawarah.

Kesepakatan damai diteken dengan komitmen bersama untuk menahan diri dan tidak memperpanjang persoalan. Tokoh masyarakat dari kedua belah pihak juga menyerukan warga agar tidak terprovokasi.

Aparat menyebut situasi kini berangsur kondusif. Namun, pemantauan tetap dilakukan guna memastikan tak ada aksi susulan atau gesekan lanjutan di lapangan.

Peristiwa ini kembali menjadi alarm bahwa konflik kecil bisa menjadi pemicu ketegangan sosial yang lebih besar jika tak segera ditangani. Di Tapalang, bara itu berhasil dipadamkan sebelum benar-benar membakar. (FN).