Nabire, Taburanews.my.id – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kabupaten Nabire, Papua, menjadi panggung inspiratif bagi generasi muda. Kepala LPP RRI Nabire, Surya Thalib, menyampaikan pesan tegas kepada para pelajar agar tidak pernah berhenti menulis dan berani bermimpi menjadi jurnalis profesional.

Pesan itu disampaikan Surya dalam rangkaian kegiatan HPN 2026 yang diisi dengan pengumuman serta penyerahan hadiah lomba karya jurnalistik straight news tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Nabire.

Dalam sambutannya, Surya mengapresiasi panitia, insan pers, dan seluruh peserta lomba yang hadir. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas perubahan lokasi kegiatan akibat adanya agenda masyarakat yang telah terjadwal sebelumnya.

“Wartawan adalah pekerjaan yang menyenangkan dan membanggakan. Bagi yang punya rasa ingin tahu tinggi, profesi ini sangat cocok. Jangan pernah berhenti menulis dan menggali informasi,” ujar Surya di hadapan peserta dan tamu undangan.

Surya turut membagikan pengalaman pribadinya saat meraih penghargaan jurnalistik tertinggi, Anugerah Jurnalistik Adinegoro, pada 2018. Ia menuturkan, karya yang membawanya meraih penghargaan tersebut berangkat dari liputan sederhana tentang kehidupan warga di wilayah perbatasan Sebatik.

Menurutnya, laporan itu disusun dari hasil wawancara yang direkam dan dituliskan kembali secara utuh sesuai alur cerita narasumber, tanpa tambahan maupun pengurangan. Pendekatan yang jujur dan apa adanya itulah yang akhirnya mengantarkannya meraih penghargaan bergengsi tersebut.

“Kejujuran dalam menulis itu penting. Kita tidak pernah tahu kapan doa dan mimpi kita dikabulkan. Tugas kita adalah terus berusaha dan tidak menyerah,” katanya.

Kepada para pelajar yang disebutnya sebagai “bakal calon wartawan”, Surya memberi motivasi agar tidak takut gagal. Ia menekankan bahwa kemampuan menulis dibentuk melalui latihan yang konsisten.

“Gagal menulis, tulis lagi. Gagal lagi, tulis lagi. Pasti akan bisa,” ujarnya.

Dalam momentum HPN ini, Surya juga berharap sinergi antara LPP RRI Nabire dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) semakin diperkuat, khususnya dalam kegiatan literasi dan lomba jurnalistik di daerah. Kolaborasi antarlembaga dinilai penting untuk membuka ruang pembinaan yang lebih luas bagi generasi muda.

Peringatan HPN 2026 di Nabire tak sekadar seremoni. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang penyemaian semangat baru bagi calon jurnalis muda—yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga peka terhadap nilai-nilai human interest dalam setiap karya pemberitaan. (FN).