Nabire, Taburanews.my.id – Pagi itu, Sabtu (14/2/2026), halaman apel Mapolda Papua Tengah tidak sekadar menjadi lokasi rutinitas pengecekan personel. Ada agenda yang lebih spesifik: pengawalan distribusi hasil panen jagung dari Legari Jaya, Distrik Makimi, menuju gudang Perum Bulog di Samabusa, Nabire.

Apel dipimpin Ps. Kasubbag Mujab Rosdm Polda Papua Tengah, AKP Yadang, dan melibatkan personel gabungan bersama Polres Nabire. Keterlibatan unsur SDM kepolisian dalam distribusi komoditas pangan ini menjadi sorotan tersendiri, mengingat peran tersebut biasanya berada di ranah teknis perdagangan dan logistik.

Sekitar pukul 09.15 WIT, tim tiba di Polsek Makimi untuk koordinasi lapangan. Tak lama berselang, pengangkutan dimulai. Sebanyak 2,6 ton jagung milik petani Rosidi lebih dulu dinaikkan ke kendaraan angkut. Aparat tidak hanya mengawal, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pemuatan.

Menjelang siang, pengecekan berlanjut ke hasil panen Kelompok Tani Sumber Rezeki. Dari kelompok ini, tercatat 4,1 ton jagung siap distribusi. Tambahan 300 kilogram jagung milik petani Bowo kemudian ikut dimuat. Total sekitar 7 ton jagung bergerak menuju gudang Bulog di Samabusa.

Pukul 15.30 WIT, rombongan tiba dan langsung melakukan penurunan muatan. Seluruh proses rampung sekitar pukul 16.30 WIT.

Distribusi ini memperlihatkan pola kolaborasi antara aparat kepolisian dan lembaga logistik negara dalam memastikan hasil panen petani terserap. Di tengah tantangan rantai pasok dan fluktuasi harga komoditas, keterlibatan aparat menjadi langkah strategis untuk menjamin keamanan distribusi sekaligus menjaga stabilitas pangan di Papua Tengah.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tanpa gangguan. Namun, di balik lancarnya distribusi hari itu, terselip pesan yang lebih besar: negara hadir, hingga ke titik panen di Makimi, untuk memastikan hasil kerja petani benar-benar sampai ke gudang penyimpanan. (FN).