Nabire, Taburanews.my.id – Operasi Keselamatan Noken 2026 di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, memasuki hari ke 12 pada Jumat (13/2/2026). Dalam operasinya terjaring ada sebanyak 24 kendaraan roda dua di amankan. Operasi Keselamatan Noken 2026 ini akan berakhir pada 15 Februari 2026.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Nabire, Ipda Satrio D. Soetrisno, mewakili Kasat Lantas Polres Nabire, Iptu Exaudio P. R. Hasibuan, S.Tr.K,. M.H mengatakan dalam operasi Noken 2026 di hari ke 12, telah terjaring ada sebanyak 24 kendaraan roda dua. Operasi Keselamatan Noken 2026 sendiri, akan berakhir pada 15 Februari 2026.
“Di hari ke 12 ini, kami telah menjaring sebanyak 24 kendaraan roda dua yang tidak memiliki kelengkapan kendaraan. Pada tanggal 15 Februari 2026, operasi keselamatan Noken 2026 akan berakhir. Operasi Keselamatan Noken 2026, selain penindakan, kami juga memberikan edukasi dan warning kepada pengguna kendaraan baik roda dua maupun roda empat di Nabire,” ujarnya, kepada awak media saat ditemuin diruang kerjanya.
Dalam pelaksanaannya, operasi ini tidak hanya melibatkan jajaran Satlantas Polres Nabire dan Direktorat Lalu Lintas, tetapi juga bersinergi dengan DAM POM TNI-AD serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Nabire. Kolaborasi lintas instansi tersebut dilakukan untuk memperkuat pengawasan dan penegakan disiplin berlalu lintas di wilayah Nabire.
Pada hari ke 12 operasi, penertiban dipusatkan di perempatan Jalan Kusuma Bangsa dan Jalan Merdeka. Hasilnya, sebanyak 24 pengendara roda dua ditindak dan kendaraannya diamankan. Selain itu, satu SIM dan empat STNK turut disita sebagai barang bukti pelanggaran.
Ipda Satrio menyebut, pelanggaran yang ditemukan mayoritas terkait kelengkapan administrasi seperti SIM dan STNK, serta kelengkapan teknis kendaraan, termasuk kaca spion dan standar keselamatan lainnya.
Menurutnya, Operasi Keselamatan Noken 2026 bukan semata soal penindakan, melainkan bagian dari upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus membangun kesadaran masyarakat agar lebih disiplin di jalan raya.
“Keselamatan adalah milik kita bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat Nabire untuk tertib dan berhati-hati saat berkendara,” tegasnya. (FN).

