Nabire, Taburanews.my.id – Pembangunan Satuan Pelayanan BGN (SP.BGN) Polri di Kabupaten Nabire resmi dipercepat. Sebanyak lima dapur akan dibangun di sejumlah titik strategis, dengan target rampung hanya dalam waktu 60 hari.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Nabire Marsel Asyerem, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari percepatan program pelayanan bagi masyarakat di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
“Pagi tadi kami sudah melaksanakan rapat koordinasi bersama Satgas MBG dan Regional BGN untuk mempersiapkan pembangunan lima titik SPPG Polri, yakni tiga di Napan, satu di Wanggar, dan satu di Akudiomi,” ujar Marsel, kepada awak media di RM. Surya Manik.
Hasil rapat tersebut memastikan dukungan penuh Satgas terhadap pembangunan lima dapur SPPG Polri tersebut. Marsel juga mengajak masyarakat di sekitar lokasi pembangunan untuk ikut mengawal dan mengawasi proses pengerjaan agar berjalan lancar dan tepat waktu.
Libatkan Kontraktor Orang Asli Papua
Dalam rapat koordinasi itu, kontraktor Orang Asli Papua (OAP) turut menyampaikan aspirasi agar dilibatkan dalam proyek strategis nasional tersebut. Investor yang ditunjuk langsung oleh BGN disebut telah menyatakan komitmennya untuk menggandeng kontraktor OAP dalam proses pembangunan.
“Investor yang ditunjuk BGN bertanggung jawab pada pembangunan fisik dapur. Sedangkan pengelolanya nanti akan ditunjuk oleh Koordinator Wilayah BGN sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku,” jelas Marsel.
Langkah ini dinilai menjadi bentuk komitmen pemberdayaan dan pelibatan masyarakat lokal dalam pembangunan di Papua.
49 Titik 3T di Nabire, 25 Direkomendasikan Dibangun
Marsel mengungkapkan, Kabupaten Nabire memiliki 49 titik kategori 3T. Dari jumlah tersebut, 25 titik telah direkomendasikan untuk pembangunan, dan lima di antaranya ditangani oleh SPPG Polri.
Sebagai tindak lanjut, tim langsung melakukan peninjauan lapangan ke dua lokasi, yakni di Akudiomi dan Wanggar. Kedua titik tersebut akan menjadi lokasi peletakan batu pertama yang dijadwalkan berlangsung serentak pada 13 Februari 2026.
Peletakan batu pertama itu sekaligus menandai dimulainya pembangunan dengan target penyelesaian selama 60 hari. Setelah rampung, dapur SPPG Polri akan langsung beroperasi melayani masyarakat penerima manfaat.
Jawaban Penantian Panjang Warga
Marsel menyebut, pembangunan ini menjadi jawaban atas penantian masyarakat sejak 2025 hingga 2026.
“Kami sangat senang SPPG Polri bisa hadir membantu pelayanan masyarakat di pelosok. Dengan peletakan batu pertama nanti, tidak ada lagi keraguan. Ini tanda pekerjaan resmi dimulai,” tegasnya.
Dengan percepatan ini, pemerintah berharap pelayanan kepada masyarakat di wilayah terpencil Nabire dapat segera berjalan maksimal dan tepat sasaran. (FN).

