Operasi selama 14 hari ini menyasar pelanggaran kasat mata demi menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kota Nabire
Nabire, Taburanews.my.id – Kepolisian Resor Nabire mulai meningkatkan penegakan aturan lalu lintas melalui Operasi Keselamatan 2026 yang digelar selama 14 hari di seluruh wilayah Kota Nabire.

Dalam operasi ini, polisi menargetkan sejumlah pelanggaran kasat mata, mulai dari pengendara tidak memakai helm, penggunaan plat nomor yang tidak sesuai, hingga kendaraan dengan knalpot brong.
Kasat Lantas Polres Nabire, Iptu Exaudio P Raja Hasibuan, S.Tr.K,.M.H melalui Kanit Turjawali Satlantas Polres Nabire, Ipda Raymond Yulian Naftali Erari, S.Tr.K mengatakan bahwa pada hari-hari awal pelaksanaan operasi, petugas masih mengedepankan pendekatan persuasif melalui imbauan dan teguran kepada masyarakat pengguna jalan.
“Beberapa hari pertama kami masih melakukan sosialisasi agar masyarakat melengkapi kelengkapan kendaraan dan surat-suratnya. Namun, setelah masa imbauan, pelanggaran seperti tidak memakai helm atau tidak menggunakan plat nomor yang terlihat jelas akan langsung kami tindak,” ujar Raymond, Selasa (10/2/2026).
Selain kendaraan roda dua, penindakan juga menyasar kendaraan roda empat. Polisi akan menindak kendaraan dengan plat nomor mati maupun kendaraan berplat luar daerah yang beroperasi di Kota Nabire tanpa izin resmi.
“Untuk kendaraan roda empat, termasuk yang plat nomornya sudah mati atau menggunakan plat luar tanpa izin operasional, akan kami tindak tegas,” kata Raymond, kepada awak media saat ditemuin di ruang Lantas Polres Nabire.
Ia menambahkan, penggunaan knalpot brong atau knalpot yang tidak sesuai standar juga menjadi perhatian dalam Operasi Keselamatan 2026.
Menurut dia, penertiban tersebut bertujuan menciptakan kenyamanan dan keselamatan berlalu lintas bagi masyarakat.
Terkait kendaraan angkutan barang, pihak kepolisian sejauh ini belum menemukan kendaraan truk yang melebihi kapasitas muatan.
Meski demikian, polisi memastikan penindakan akan dilakukan apabila ditemukan pelanggaran.
“Sejauh ini belum ditemukan kendaraan overload, namun apabila ada, tentu akan kami tilang,” ujarnya.
Raymond menekankan bahwa Operasi Keselamatan 2026 digelar sebagai upaya menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Kota Nabire. Ia mengimbau masyarakat untuk mulai menumbuhkan kesadaran tertib berlalu lintas dari diri sendiri.
“Kami berharap masyarakat Nabire semakin sadar untuk menggunakan helm, melengkapi kelengkapan kendaraan, dan lebih berhati-hati di jalan. Semua ini untuk keselamatan bersama, karena keluarga menunggu di rumah,” katanya.
Operasi Keselamatan 2026 dijadwalkan berakhir pada 15 Februari 2026. Namun, kepolisian memastikan pengawasan lalu lintas akan tetap dilakukan melalui kegiatan rutin serta operasi lanjutan.
“Setelah operasi ini selesai, kami tetap melaksanakan pengaturan lalu lintas dan patroli. Dalam waktu dekat juga akan dilaksanakan Operasi Ketupat menjelang Lebaran,” ujar Raymond.
Ia menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas seharusnya menjadi kesadaran bersama, bukan hanya karena adanya operasi kepolisian.
“Aturan dibuat untuk dijalankan, bukan hanya saat ada polisi di jalan,” kata dia. (FN).

