Nabire, Taburanews.my.id — Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Provinsi Papua Tengah, Yoti Gire, menegaskan bahwa HIPMI tidak boleh berhenti sebagai organisasi seremonial yang hanya dipenuhi euforia pelantikan.

Hal itu disampaikan Yoti Gire usai dilantik sebagai Ketua Umum BPD HIPMI Papua Tengah periode 2026–2029, bersama jajaran pengurus lainnya, di Aula Guest House Nabire, Sabtu (7/2/2026).
“HIPMI harus menjadi rumah besar pengusaha muda Papua Tengah, bukan sekadar tempat kumpul-kumpul euforia. Kami ingin anak-anak muda benar-benar menjadi pelaku usaha,” kata Yoti.
Menurut Yoti, Papua Tengah memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, mulai dari sektor pariwisata, kelautan, kehutanan, hingga sumber daya pegunungan. Namun potensi tersebut belum sepenuhnya dikelola oleh pengusaha muda asli daerah.
Jika dikelola secara maksimal oleh generasi muda Papua Tengah, Yoti menilai dampaknya akan signifikan, mulai dari terciptanya lapangan kerja baru, meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga terbentuknya ekosistem bisnis yang sehat.
“Peredaran uang harus terlihat dan hidup di Papua Tengah, bukan justru keluar daerah,” ujarnya.
Yoti juga menyoroti tantangan generasi muda di era digital yang rentan terhadap pengaruh negatif, seperti narkoba, minuman keras, dan pergaulan bebas.
Ia menekankan pentingnya peran organisasi dan pemerintah dalam mengarahkan generasi muda ke aktivitas produktif, khususnya dunia usaha.
“Generasi muda adalah aset bangsa dan penentu masa depan daerah. Wajah Papua Tengah ke depan sangat ditentukan oleh bagaimana hari ini kita menyiapkan anak-anak mudanya,” kata dia.
Ke depan, HIPMI Papua Tengah berkomitmen membangun sinergi dengan berbagai asosiasi dan organisasi pengusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda. (FN).

