Nabire, Taburanews.my.id — Arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan kota-kota di Indonesia bersih, tertib, dan nyaman mulai diuji di daerah. Di Nabire, Papua Tengah, kebijakan itu diterjemahkan melalui langkah-langkah konkret: dari membersihkan pasar tradisional hingga penertiban aktivitas malam hari di jalan protokol.

Polres Nabire, Jumat (6/2/2026), mengerahkan sekitar 100 personel untuk melakukan pembersihan sampah di Pasar Oyehe. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., bersama Wakapolres, pejabat utama, serta personel Polsek jajaran. Personel TNI dan instansi terkait turut dilibatkan.

Menurut Samuel, kegiatan itu merupakan bagian dari implementasi arahan Presiden Prabowo agar ruang-ruang publik di kota menjadi lebih asri dan bersih. “Selain menjaga keamanan, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan juga menjadi tanggung jawab bersama,” kata Samuel.

Pemilihan pasar sebagai titik awal bukan tanpa alasan. Pasar Oyehe merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat Nabire. Sampah yang menumpuk di kawasan ini, kata Samuel, tidak hanya mengganggu keindahan kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan.

Langkah tersebut tidak berhenti di satu lokasi. Polres Nabire merencanakan pembersihan lanjutan pada Selasa mendatang di Pasar Kalibobo dan sejumlah titik lainnya, bertepatan dengan jam olahraga rutin. Pada waktu yang sama, Polda Papua Tengah juga melaksanakan pembersihan di kawasan pantai.

“Kami saling bahu-membahu, mulai dari Polda, Polres, Polsek jajaran, hingga rekan-rekan TNI. Memang belum seluruh wilayah bisa kami jangkau, tetapi ini bagian dari upaya membangun kesadaran bersama,” ujar Samuel.

Namun, wajah kota tidak hanya ditentukan oleh kebersihan. Polres Nabire juga menyoroti persoalan ketertiban, khususnya pada malam hari. Di sepanjang Jalan Pepera hingga Jalan Merdeka, polisi mencatat adanya aktivitas sekelompok remaja yang kerap berkumpul hingga larut malam, sebagian di antaranya disertai aksi angkat ban dan balap liar.

Fenomena tersebut, menurut Samuel, sudah berulang kali ditertibkan. Saat ini Polres Nabire juga tengah melaksanakan Operasi Keselamatan, yang dibarengi dengan patroli rutin, termasuk patroli blue light, pada malam hari.

“Kami melakukan penertiban semampu kami, tetapi kami juga sangat membutuhkan peran orang tua untuk melakukan pengawasan,” kata Samuel. Ia menyebut jam rawan aktivitas tersebut terjadi antara pukul 20.00 hingga tengah malam.

Samuel menegaskan polisi tidak ingin penertiban berujung pada kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan korban. Karena itu, pendekatan persuasif dan keterlibatan keluarga dinilai menjadi kunci.

Upaya Polres Nabire ini menunjukkan bagaimana kebijakan nasional tentang kota bersih dan tertib diterjemahkan di tingkat lokal. Tidak hanya melalui slogan, tetapi lewat kerja lapangan yang menyentuh pasar, pantai, hingga jalan protokol pada malam hari.

Samuel berharap langkah tersebut dapat mendorong partisipasi lebih luas, terutama dari pelaku usaha dan masyarakat yang beraktivitas di ruang publik.
“Kota yang bersih, aman, dan tertib adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya. (FN).