Nabire, Taburanews.my.id — Di tengah tantangan keterbatasan layanan kesehatan dan stok darah di Papua Tengah, TNI Angkatan Laut melalui Lanal Nabire turun langsung dalam aksi kemanusiaan. Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persit Kartika Chandra Kirana ke-80 Tahun 2026 dimanfaatkan untuk menggelar donor darah massal di Lapangan Tenis Makorem 173/PVB, Nabire.

Kegiatan ini dipimpin Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 173 PD XVII/Cenderawasih, Ibu Made Gunarda, dan melibatkan lintas elemen—mulai dari TNI–Polri, Satpol PP, mahasiswa, hingga pelajar SMA. Aksi kolektif tersebut diarahkan untuk memperkuat ketersediaan stok darah yang selama ini menjadi salah satu persoalan krusial di wilayah Papua Tengah.

Komandan Lanal Nabire, Letkol Laut (P) Guntur Prastyawan, M. Tr. Opsla., menegaskan bahwa kehadiran TNI AL dalam kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari tanggung jawab negara untuk hadir dan memberi solusi nyata bagi masyarakat.

“Kondisi kesehatan di Papua Tengah membutuhkan perhatian bersama. Donor darah ini adalah bentuk kehadiran negara melalui TNI Angkatan Laut. Setetes darah sangat menentukan keselamatan nyawa, dan kami ingin memastikan masyarakat tidak sendirian menghadapi keterbatasan ini,” ujar Letkol Laut (P) Guntur Prastyawan di lokasi kegiatan. Rabu (3/2/2026).

Ia menyebutkan, keterbatasan stok darah di sejumlah fasilitas kesehatan masih menjadi tantangan serius, sehingga kolaborasi lintas sektor mutlak diperlukan. Menurutnya, kegiatan sosial semacam ini tidak boleh berhenti pada momentum seremonial, tetapi harus terus diperkuat secara berkelanjutan.

Lanal Nabire, lanjut Danlanal, berkomitmen untuk terus mendukung program-program kemanusiaan yang berdampak langsung bagi masyarakat, sejalan dengan peran TNI AL tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan negara, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial di wilayah penugasan.

Selain memperkuat aspek kesehatan, donor darah massal ini juga menjadi ruang konsolidasi sosial antara aparat keamanan dan masyarakat.

Kebersamaan dalam satu aksi kemanusiaan dinilai mampu memperkuat kepercayaan publik sekaligus menjaga stabilitas sosial di Kabupaten Nabire.

Peringatan HUT Persit Kartika Chandra Kirana ke-80 ini pun menegaskan peran Persit sebagai penggerak aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Bagi Papua Tengah, kegiatan ini menjadi simbol bahwa negara hadir, bukan hanya melalui kebijakan, tetapi lewat tindakan nyata di lapangan. (JN).