Timika, Taburanews.my.id – Dari Tanah Amungsa, sebuah mimpi besar mulai menapaki panggung sepak bola Indonesia. Sebanyak 12 talenta terbaik Papua Tengah resmi diberangkatkan menuju Yogyakarta untuk mengusung satu misi besar: membuktikan bahwa masa depan sepak bola nasional juga tumbuh dari kaki-kaki anak Papua.
Di bawah bendera SSB Amungsa FC, para pemain muda itu akan tampil pada Piala Presiden U-12 yang berlangsung pada 6–11 Juli 2026. Turnamen bergengsi tersebut menjadi kesempatan emas bagi mereka untuk unjuk kualitas di hadapan akademi-akademi terbaik Indonesia sekaligus menarik perhatian para pencari bakat nasional.
Keberangkatan skuad muda Papua Tengah bukan sekadar agenda mengikuti kompetisi. Ini adalah buah dari komitmen panjang Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, yang konsisten menjadikan sepak bola sebagai ruang pembinaan karakter, disiplin, dan prestasi bagi generasi muda Papua.
Sebanyak 12 pemain bersama lima official akan bertolak pada Sabtu (4/7/2026) dipimpin Manajer Irfan Irianto dan Pelatih Kepala Feydi Oroh. Mereka dipercaya menjadi wakil resmi Provinsi Papua Tengah setelah ditetapkan melalui Asprov PSSI Papua Tengah.
Tim ini lahir dari proses seleksi yang ketat. Seluruh pemain merupakan hasil talent scouting pada Turnamen Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup I, II, dan III yang digelar di Mimika. Kompetisi tersebut menjadi wadah pencarian bibit unggul yang kini siap menguji kemampuan melawan tim-tim terbaik dari seluruh Indonesia.
Nama-nama seperti Agustinus Amamitiku, Yosep Petrus Kibak, Ebenhaezer Isitia, Oktavianus Sesa, Zahyowrhey Kapisa, M. Alfian D. Rumatiga, Gilbert Wakerwa, Owen O. Ansaka, Rendy Rerung, Stevanus Dogopia, Dyson M. Gwijangge, hingga Henrik J. Onawame kini memikul harapan besar masyarakat Papua Tengah untuk mencetak sejarah di level nasional.
Manajer tim Irfan Irianto menegaskan, Piala Presiden U-12 merupakan panggung yang sangat penting bagi perkembangan para pemain muda Papua.
“Kesempatan ini bukan hanya tentang pertandingan, tetapi tentang masa depan mereka. Kami ingin membuktikan bahwa Papua Tengah memiliki pemain-pemain muda yang layak diperhitungkan di sepak bola nasional. Anak-anak siap bertanding dan memberikan seluruh kemampuan terbaiknya,” ujarnya.

Ia juga memastikan tim tidak datang sekadar mencari pengalaman.
“Kami datang dengan semangat bersaing. Setiap pertandingan akan kami jadikan final. Kalau kesempatan menjadi juara datang, kami akan mengejarnya dengan penuh keyakinan,” katanya.
Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini berharap seluruh pemain menjadikan turnamen ini sebagai titik awal perjalanan menuju level yang lebih tinggi.
“Saya ingin anak-anak bermain dengan penuh keberanian, disiplin, dan sportivitas. Tunjukkan karakter pesepak bola Papua yang tidak pernah menyerah. Jadikan kesempatan ini sebagai langkah awal menuju cita-cita menjadi pemain profesional dan mengharumkan nama Papua Tengah serta Indonesia,” pesan Kapolda.
Menurutnya, pembinaan usia dini merupakan investasi terbesar bagi masa depan sepak bola Indonesia. Karena itu, ia berharap para pemain mampu menarik perhatian akademi maupun klub profesional sehingga karier mereka terus berkembang.
Dukungan masyarakat Papua Tengah pun diharapkan menjadi tambahan motivasi bagi para pemain muda yang tengah membawa nama daerah di pentas nasional.
“Doa seluruh masyarakat akan menjadi energi bagi anak-anak kita. Semoga mereka tampil luar biasa, mengukir prestasi, dan membuktikan bahwa dari Papua Tengah akan lahir generasi emas yang suatu hari nanti mengenakan lambang Garuda di dada dan mengharumkan Indonesia di panggung dunia,” tutup Kapolda. ***
Penulis: RR
Editor : Jiro Nussy

