Nabire, Taburanews.my.id – Polda Papua Tengah mendapat kado terbesar dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Setelah melalui proses panjang, lahan seluas 34 hektare yang diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan Markas Komando (Makopolda) Papua Tengah akhirnya resmi mengantongi sertifikat, menandai dimulainya babak baru penguatan institusi Polri di provinsi termuda tersebut.
Penyerahan sertifikat dilakukan dalam acara syukuran Hari Bhayangkara ke-80 di Aula Polres Nabire, Rabu (1/7/2026). Sertifikat diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah ATR/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Papua, Dr. Roy Edward Fabian Wayoi, kepada Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini.
Lahan seluas 34 hektare itu merupakan hibah dari Pemerintah Provinsi Papua kepada Polda Papua Tengah dan berada di kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Kampung Karadiri, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire. Kepastian status hukum lahan tersebut menjadi fondasi penting bagi pembangunan Makopolda yang selama ini dinantikan.
Bagi Brigjen Pol. Jermias Rontini, penyerahan sertifikat itu bukan sekadar seremoni Hari Bhayangkara, melainkan pencapaian bersejarah sejak dirinya dipercaya memimpin Polda Papua Tengah sekitar empat bulan lalu.
“Ini merupakan kado terindah bagi Polda Papua Tengah. Salah satu target saya sejak dipercaya memimpin Polda Papua Tengah adalah memastikan kepastian hukum atas lahan pembangunan Makopolda. Puji Tuhan, hari ini target itu telah terwujud,” ungkapnya.
Kapolda berharap pembangunan Makopolda Papua Tengah dapat mulai direalisasikan pada tahun depan sehingga kehadiran markas permanen mampu memperkuat pelayanan kepolisian sekaligus meningkatkan profesionalisme personel.
Menurutnya, pembangunan Makopolda tidak hanya menghadirkan gedung baru, tetapi juga menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia Polri agar semakin profesional, modern, dan responsif dalam melayani masyarakat.

“Dengan adanya Makopolda yang permanen, kita akan lebih fokus meningkatkan kualitas SDM anggota Polri. Personel harus terus dibekali kemampuan dan profesionalisme agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Pada momentum Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda juga menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat untuk mengawal pembangunan daerah.
Ia menegaskan Polri siap memastikan setiap program pembangunan berjalan aman, tertib, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua Tengah.
Mengacu pada arahan Presiden Republik Indonesia, Brigjen Pol. Jermias Rontini menekankan bahwa legitimasi Polri harus dibangun melalui pelayanan yang tulus dan kehadiran yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Mendekatkan diri kepada masyarakat tidak harus dengan menunjukkan kekuatan, tetapi melalui keteladanan, perilaku yang baik, dan pelayanan yang tulus. Itulah yang harus menjadi karakter setiap anggota Polri,” tegasnya.
Kapolda menambahkan, kepercayaan publik juga dibangun melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Karena itu, Polda Papua Tengah akan terus memperluas berbagai program sosial, mulai dari bedah rumah, bantuan bibit ternak ikan, babi, dan ayam, penyaluran bantuan sosial, hingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Program-program seperti inilah yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Ke depan, pelayanan yang menyentuh langsung kehidupan warga akan terus kita tingkatkan sebagai wujud hadirnya Polri yang humanis dan dicintai masyarakat,” pungkasnya. ***

