NABIRE, Taburanews.my.id – Komitmen TNI Angkatan Laut dalam memperkuat pertahanan negara sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat di Papua kembali terlihat dalam kunjungan kerja Komandan Kodaeral X, Mayjen TNI (Mar) Sugianto, S.Sos., M.M., M.Tr.Opsla, ke Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Rabu (24/6/2026).

Kunjungan yang berlangsung melalui serangkaian agenda strategis bersama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nabire, hingga lembaga pendidikan bagi anak-anak Orang Asli Papua (OAP) tersebut menjadi sorotan karena memadukan penguatan sektor pertahanan dengan pembangunan manusia dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dalam agenda awal, Mayjen TNI (Mar) Sugianto melakukan Courtesy Call dan silaturahmi dengan Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, di Kantor Gubernur Papua Tengah. Pertemuan tersebut membahas berbagai program prioritas yang dinilai penting bagi masa depan Papua Tengah, termasuk pengembangan lahan baru untuk Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Nabire yang diharapkan mampu memperkuat sistem pertahanan maritim di kawasan pesisir Papua.

Selain itu, Dankodaeral X juga mendorong peningkatan partisipasi putra-putri Papua dalam rekrutmen TNI Angkatan Laut sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan bagi generasi muda Papua untuk berkontribusi dalam menjaga kedaulatan bangsa.

Tak hanya berbicara soal pertahanan, Mayjen TNI (Mar) Sugianto turut mengangkat program ketahanan pangan berbasis potensi lokal melalui pengembangan budidaya rumput laut, sektor perikanan, dan pertanian kedelai. Program tersebut diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dalam pertemuan itu, ia juga menyoroti keberadaan bangkai kapal di perairan Pelabuhan Samabusa yang dinilai berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran. Persoalan tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang menyatakan siap berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi penanganan yang tepat.

Gubernur Papua Tengah menyambut baik berbagai usulan dan program yang disampaikan TNI Angkatan Laut. Pemerintah daerah menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua.

Usai bertemu pemerintah provinsi, agenda dilanjutkan dengan Courtesy Call bersama Forkopimda Kabupaten Nabire di Aula Kantor Bupati Nabire. Dalam kesempatan tersebut, Mayjen TNI (Mar) Sugianto menegaskan bahwa sinergi antara TNI Angkatan Laut dan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan, memperkuat pelayanan kepada masyarakat, dan mendukung pembangunan wilayah pesisir.

Salah satu agenda strategis yang turut dibahas adalah rencana pembangunan Markas Komando Lanal Nabire yang baru beserta fasilitas pendukungnya. Kehadiran markas baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengamanan wilayah perairan Papua Tengah yang memiliki posisi penting dalam sistem pertahanan nasional.

Di sisi lain, TNI Angkatan Laut juga berkomitmen menghadirkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kerja sama dengan pemerintah daerah. Program budidaya ikan kerapu, rumput laut, dan kedelai menjadi bagian dari strategi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus membuka peluang usaha produktif yang berkelanjutan.

Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Pawennari, menyambut positif berbagai program yang ditawarkan TNI Angkatan Laut. Menurutnya, sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan TNI AL akan memberikan dampak nyata terhadap percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di Papua Tengah.

Namun, puncak kunjungan kerja tersebut justru terjadi saat Mayjen TNI (Mar) Sugianto bersama Ny. Rita Sugianto mengunjungi Rumah Belajar Yayasan Honai Papua Permai di Kampung Air Mandidi, Distrik Teluk Kimi. Kehadiran rombongan disambut meriah melalui tarian adat, pengalungan noken, dan tradisi injak piring yang dibawakan anak-anak Papua.

Dalam suasana penuh kehangatan tersebut, Komandan Kodaeral X menyerahkan bantuan pendidikan berupa alat tulis, meja belajar, dan tas sekolah kepada anak-anak binaan yayasan. Bantuan itu menjadi simbol kepedulian TNI Angkatan Laut terhadap masa depan generasi muda Papua.

Pendiri Yayasan Honai Papua Permai, Natalia S.Kom, menjelaskan bahwa yayasan yang dipimpinnya kini telah memiliki 11 rumah belajar yang membina sekitar 300 anak Orang Asli Papua melalui program pendidikan dan pembinaan karakter yang menjangkau hingga kampung-kampung.

Mayjen TNI (Mar) Sugianto memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi yayasan dalam menciptakan ruang belajar bagi anak-anak Papua. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia dan masa depan Papua.

Ia juga mengajak seluruh anak Papua untuk terus belajar, disiplin, dan berani bermimpi besar demi meraih masa depan yang lebih baik.

Kunjungan kerja tersebut menjadi gambaran nyata bahwa peran TNI Angkatan Laut di Papua tidak hanya terbatas pada menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan, tetapi juga hadir sebagai mitra pembangunan yang aktif mendorong peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Melalui berbagai agenda yang dilaksanakan di Nabire, TNI Angkatan Laut menunjukkan komitmennya untuk ikut membangun Papua dari berbagai sektor, mulai dari penguatan pangkalan pertahanan hingga mendukung pendidikan anak-anak Papua. Sinergi inilah yang diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Papua Tengah yang aman, maju, berdaya saing, dan sejahtera. ***

Penulis: Akbar
Editor : Jiro Nussy