ILAGA, Taburanews.my.id – Suasana hangat terlihat di tengah sejuknya pegunungan Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, saat personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menyusuri kawasan permukiman warga dalam patroli humanis yang digelar pada Minggu (14/6/2026).

Bukan sekadar menjalankan tugas pengamanan, kehadiran personel Satgas Damai Cartenz kali ini membawa pesan kedekatan dan kebersamaan. Dengan senyum dan sapaan penuh keakraban, para personel berinteraksi langsung dengan masyarakat, berbincang bersama para orang tua, menyapa anak-anak, hingga mendengarkan berbagai aspirasi yang disampaikan warga.

Kehangatan yang terbangun dalam patroli tersebut menjadi gambaran nyata pendekatan humanis yang terus dikedepankan Satgas Operasi Damai Cartenz dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Di tengah aktivitas masyarakat yang berlangsung normal, kehadiran aparat keamanan disambut positif karena memberikan rasa aman sekaligus mempererat hubungan emosional dengan warga.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa keamanan yang berkelanjutan tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui hubungan yang harmonis dan penuh kepercayaan dengan masyarakat.

“Keamanan tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kepercayaan. Karena itu, kami terus mendorong personel untuk hadir, menyapa, mendengarkan, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Dengan kedekatan tersebut, rasa aman akan tumbuh secara alami,” ujar Faizal Ramadhani.

Menurutnya, pendekatan persuasif dan humanis merupakan fondasi penting dalam menjaga situasi keamanan yang kondusif di Papua, terutama di wilayah-wilayah yang membutuhkan sentuhan sosial dan komunikasi yang intensif antara aparat dan masyarakat.

Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengatakan bahwa patroli humanis merupakan wujud pelayanan Polri yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan kedekatan sosial.

“Setiap interaksi yang terbangun dengan masyarakat memiliki arti penting. Ketika masyarakat merasa didengar dan diperhatikan, maka akan terbangun hubungan yang kuat antara aparat dan warga. Inilah yang terus kami jaga melalui berbagai kegiatan humanis di lapangan,” kata Adarma Sinaga.

Respons positif masyarakat selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa pendekatan yang mengedepankan dialog dan kebersamaan mampu menciptakan suasana yang lebih harmonis. Kehadiran personel tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga kedamaian dan stabilitas di Tanah Papua.

Melalui patroli rutin dan berbagai program kemasyarakatan lainnya, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 terus berkomitmen hadir sebagai pelindung, pengayom, dan sahabat masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi bersama warga dalam mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera. ***

Penulis: AFZ
Editor : Jiro Nussy