Mamuju, Taburanews.my.id – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap aktivis Vendetta, Ikhwan Rozi, terus menjadi perhatian publik. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Mamuju bergerak cepat dengan mengamankan dua pria yang diduga terlibat dalam insiden tersebut setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
Penanganan kasus ini bermula dari laporan polisi yang dibuat korban dengan Nomor LP/B/178/V/2026/SPKT/Polresta Mamuju tertanggal 28 Mei 2026. Berdasarkan laporan tersebut, penyidik langsung melakukan pendalaman untuk mengungkap kronologi dan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan yang menyebabkan korban mengalami luka pada sejumlah bagian tubuhnya.
Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Agustinus Pigay, mengatakan pihaknya telah mengamankan dua terduga pelaku berinisial MF (25) dan HR (29) untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan awal, MF mengakui telah melakukan pemukulan terhadap korban yang mengakibatkan korban mengalami luka-luka.

Menurut penyidik, motif sementara yang terungkap dari hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa MF mengaku terpancing emosi setelah dituduh oleh korban melakukan pengrusakan terhadap sekretariat Vendetta. Polisi masih mendalami keterangan tersebut dan terus mengumpulkan alat bukti guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi.
“Terduga pelaku MF mengakui telah melakukan pemukulan terhadap korban. Motif sementara karena yang bersangkutan tidak dapat mengendalikan emosi setelah dituduh melakukan pengrusakan sekretariat Vendetta,” ujar AKP Agustinus Pigay saat ditemui, Minggu (31/5/2026).
Saat ini, Satreskrim Polresta Mamuju masih melanjutkan pemeriksaan terhadap para saksi dan pihak terkait lainnya untuk melengkapi berkas perkara. Penyidik juga membuka kemungkinan adanya fakta-fakta baru yang dapat berkembang seiring proses penyidikan berlangsung.
Polresta Mamuju menegaskan komitmennya untuk menangani perkara tersebut secara profesional, objektif, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Langkah itu dilakukan untuk memastikan seluruh proses penegakan hukum berjalan secara adil dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak yang terlibat.
Kasus pengeroyokan yang menyeret nama aktivis Vendetta ini pun menjadi sorotan masyarakat, sementara publik menantikan hasil penyidikan lanjutan yang tengah dilakukan aparat kepolisian guna mengungkap secara utuh peristiwa tersebut. ***
Penulis: MHB
Editor : Tim Redaksi

