Nabire, Taburanews.my.id — Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jeremias Rontini, S.I.K., M.Si., menggelar sharing session bersama rekan-rekan media di Caffe Aiman Nabire, Kamis (28/5/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung santai namun penuh makna itu dihadiri Wakapolda Papua Tengah serta para Pejabat Utama (PJU) Polda Papua Tengah sebagai upaya mempererat sinergitas antara kepolisian dan insan pers di wilayah Papua Tengah.
Dalam sambutannya, Kapolda Papua Tengah menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di tengah derasnya arus informasi dan maraknya penyebaran hoaks di media sosial.
“Media merupakan mitra strategis Polri dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif melalui pemberitaan yang edukatif serta menyejukkan masyarakat,” ujar Kapolda.

Suasana diskusi berlangsung hangat dan terbuka. Sejumlah wartawan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait keterbukaan informasi publik hingga strategi Polda Papua Tengah dalam menghadapi konflik sosial yang berkembang di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Brigjen Pol. Jeremias Rontini menekankan pentingnya penyampaian informasi yang cepat, akurat, dan tidak provokatif guna mencegah munculnya opini liar di tengah masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa Polda Papua Tengah terus mengedepankan pendekatan humanis, komunikasi aktif, serta kontra narasi terhadap berbagai informasi hoaks maupun isu-isu yang berpotensi memicu konflik sosial.
“Media sosial memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik. Karena itu, dibutuhkan sinergi antara kepolisian dan media agar informasi yang beredar tetap terverifikasi dan tidak memecah belah masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah jurnalis juga menyampaikan keluhan terkait lambatnya informasi yang diterima dari jajaran Humas Polda maupun Polres di wilayah Papua Tengah.
Menanggapi masukan itu, Kapolda secara langsung meminta seluruh jajaran Humas agar lebih responsif dan aktif membangun komunikasi dengan awak media.
Tak hanya itu, Kapolda juga menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap jajaran yang dinilai masih tertutup terhadap media.
“Media adalah mitra kerja kepolisian. Ruang komunikasi harus dibuka seluas-luasnya agar informasi kepada masyarakat dapat tersampaikan dengan baik,” katanya.
Rekan media berharap kegiatan serupa dapat rutin dilakukan, khususnya di Nabire, agar hubungan kemitraan antara kepolisian dan insan pers semakin solid serta informasi kegiatan kepolisian dapat tersampaikan lebih luas kepada masyarakat.
Kegiatan sharing session kemudian ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama antara Kapolda Papua Tengah, jajaran PJU, dan para jurnalis yang hadir. ***
Penulis: RR
Editor : Tim Redaksi

