Serui, Taburanews.my.id — Semangat perjuangan Perang Pattimura 1817 kembali digaungkan di tanah Papua. Dalam peringatan Hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura Tahun 2026 di Kabupaten Kepulauan Yapen, Ketua IKEMAL Cabang Kepulauan Yapen, Harold Wenno, menyerukan pesan persatuan, cinta tanah air, dan semangat membangun generasi muda Maluku di era modern.

Di hadapan Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, hingga tamu undangan, Harold menegaskan bahwa seluruh generasi Maluku hari ini merupakan “nyala api obor perjuangan” yang diwariskan oleh Perang Pattimura 1817 sejak lebih dari dua abad silam.

“Kita semua adalah nyala api obor perjuangan yang pernah dinyalakan oleh Kapitan Pattimura dan Thomas Matulessy di Gunung Saniri, Maluku. Api perjuangan itu tidak boleh padam,” tegas Harold dalam sambutannya, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, ada empat makna besar dari nyala api obor Pattimura yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.

Pertama, api perjuangan Pattimura menjadi simbol pemersatu bangsa, simbol keberanian, dan simbol perlawanan terhadap segala bentuk penjajahan maupun penindasan rakyat.

Kedua, perjuangan harus mengalami transformasi mengikuti perkembangan zaman. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata melawan penjajah, maka generasi muda saat ini dituntut menjadi pribadi yang tangguh, profesional, berpendidikan, dan mampu bersaing di era modern.

Ketiga, ritual lari obor Pattimura disebut sebagai simbol estafet perjuangan yang tidak boleh terputus. Semangat perjuangan itu, kata Harold, harus terus hidup dari generasi ke generasi.

“Semangat Pattimura harus terus menyala dalam diri anak-anak muda Maluku di mana pun berada,” ujarnya.

Makna keempat adalah cinta tanah air. Harold menegaskan bahwa api obor Pattimura merupakan api abadi bagi seluruh anak Maluku untuk terus bekerja dan berkarya demi kemajuan daerah, bangsa, dan negara.

Melalui momentum Hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura 2026, IKEMAL Yapen juga menyatakan komitmennya membantu pemerintah dalam memberantas kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan, khususnya di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Dalam kesempatan itu, Harold turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, DPRK, Forkopimda, BUMN, BUMD, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini mendukung warga Maluku untuk hidup, bekerja, dan berkarya di tanah Papua.

Ucapan terima kasih secara khusus juga diberikan kepada Kodim 1709/Yawa yang dinilai berperan besar dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan Hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura tahun ini, termasuk prosesi penyalaan obor Pattimura bersama pemerintah daerah dan Forkopimda.

Suasana penuh persaudaraan dan semangat kebangsaan tampak mewarnai peringatan tersebut.

Kehadiran berbagai elemen masyarakat dinilai menjadi bukti kuat bahwa warga Maluku merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial dan pembangunan di Papua, khususnya di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Menutup sambutannya, Harold Wenno mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan mendukung pembangunan daerah demi masa depan masyarakat yang lebih baik.

“Lawamena, Hawear Mena Haulala,” pungkasnya. ***

Penulis: FN
Editor : Jiro Nussy