Puncak, Taburanews.my.id — Aksi kekerasan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali mengguncang wilayah Papua Tengah.

Insiden pembakaran rumah warga terjadi di Kampung Muara, Distrik Pogoma, Kabupaten Puncak, yang memicu kepanikan massal dan membuat warga berhamburan mencari perlindungan.

Kelompok yang diduga dipimpin Lekagak Talenggen disebut membakar honai milik warga, menciptakan situasi mencekam di kampung tersebut.

Warga yang ketakutan langsung mendatangi pos TNI terdekat untuk melaporkan kejadian sekaligus meminta perlindungan.

Merespons laporan itu, Satgas Koops TNI Habema bergerak cepat menuju lokasi dan melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata.

Kontak tembak pun tak terhindarkan saat aparat berupaya mengamankan wilayah.

Dalam tekanan aparat, kelompok OPM dilaporkan mundur ke arah Kampung Kembru, wilayah Galupaga.
Namun saat melarikan diri, kelompok tersebut diduga melepaskan tembakan secara membabi buta ke arah permukiman warga.

Akibatnya, lima warga sipil menjadi korban, termasuk anak-anak. Para korban mengalami luka serius, mulai dari luka sobek hingga luka tembak di bagian tubuh vital.

Dalam kondisi darurat, korban bersama warga lainnya harus berjalan kaki puluhan kilometer melewati medan berat demi mencapai Pos TNI di Kampung Tirineri, Kabupaten Puncak Jaya.

Setibanya di pos, Satgas TNI langsung memberikan pertolongan pertama sebelum mengevakuasi korban ke RSUD Puncak Jaya untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Pasca insiden, aparat TNI meningkatkan pengamanan di Kampung Muara dan sekitarnya guna mencegah gangguan lanjutan.

Evakuasi warga juga terus dilakukan, terutama bagi masyarakat yang memilih mengungsi karena khawatir akan aksi susulan.

Meski situasi mulai berangsur kondusif, aparat masih bersiaga penuh. TNI menegaskan komitmennya untuk melindungi masyarakat sipil serta terus memburu kelompok bersenjata yang dinilai mengganggu stabilitas keamanan.

Operasi pengejaran terhadap kelompok pimpinan Lekagak Talenggen disebut akan terus dilakukan guna memastikan wilayah kembali aman dan mencegah jatuhnya korban sipil lebih lanjut.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan, sementara aparat meminta dukungan semua pihak untuk menjaga keamanan di wilayah tersebut. ***

Penulis: FN.
Editor : Tim Redaksi.