Puncak, Taburanews.my.id — Aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata kembali mengguncang wilayah Papua Tengah.
Insiden pembakaran rumah warga di Kampung Muara, Distrik Pogoma, Kabupaten Puncak, memicu kepanikan massal hingga warga terpaksa mengungsi demi menyelamatkan diri.
Peristiwa ini terjadi pada Senin (13/4/2026), ketika masyarakat melaporkan adanya pembakaran rumah serta kehadiran orang tak dikenal (OTK) bersenjata api di sekitar permukiman.
Laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh Satgas Koops TNI Habema yang melakukan penyisiran menggunakan pemantauan drone.

Dari hasil pengamatan, terlihat sejumlah individu membawa senjata api dan diduga merupakan bagian dari kelompok TPNPB-OPM Kodap III/Sinak pimpinan Lekagak Telenggen.
Menanggapi situasi tersebut, aparat TNI bergerak cepat melaksanakan operasi terukur untuk mengamankan wilayah sekaligus mengevakuasi warga terdampak.
Kontak tembak pun tak terhindarkan di sekitar Kampung Muara.
Dalam peristiwa tersebut, kelompok bersenjata akhirnya berhasil dipukul mundur ke arah Galupaga, Kampung Kembru.
Namun dalam pelariannya, mereka masih sempat melepaskan tembakan secara membabi buta ke arah permukiman warga.
Akibatnya, lima warga sipil dilaporkan mengalami luka tembak, termasuk tiga anak-anak.
Korban di antaranya NK (luka sobek di kaki), AT (luka di leher dan jari), serta tiga anak berusia 3 hingga 6 tahun yang mengalami luka di bagian kaki, dada, dan siku.
Dalam kondisi terluka dan ketakutan, warga bersama para korban berjalan kaki puluhan kilometer melintasi medan pegunungan terjal menuju Pos Satgas Yonif 743/PSY di Kampung Tirineri, Kabupaten Puncak Jaya.
Setibanya di lokasi, Satgas TNI segera memberikan pertolongan pertama dan berkoordinasi dengan Dandim 1714/Puncak Jaya serta PMI setempat untuk mengevakuasi para korban ke RSUD Puncak Jaya.
Sementara itu, aparat TNI masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian guna mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan.
Pihak TNI menegaskan bahwa operasi ini dilakukan secara profesional, terencana, dan sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat sipil dari ancaman kelompok bersenjata.
Peristiwa ini kembali menyoroti dampak konflik bersenjata terhadap warga sipil, terutama kelompok rentan seperti anak-anak.
Hingga saat ini, proses evakuasi dan pengamanan masih terus berlangsung, sementara pihak Koops TNI Papua dijadwalkan segera memberikan keterangan resmi terkait perkembangan situasi di Distrik Pogoma. ***
Penulis: FN.
Editor : Tim Redaksi

