Mimika, Taburanews.my.id — Situasi keamanan di Papua kembali menjadi sorotan. Tokoh pemuda Suku Kamoro, Edison Manikiuta, secara tegas mengecam aksi kekerasan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Edison di Nawaripi, Kabupaten Mimika, Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 19.30 WIT.

Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata tidak hanya menimbulkan korban, tetapi juga mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua.

“Kami sangat mengecam tindakan kekerasan ini. Apa yang dilakukan tidak mencerminkan harapan masyarakat Papua yang menginginkan kehidupan aman, damai, dan sejahtera,” ujar Edison.

Dalam kesempatan itu, Edison juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah penegakan hukum yang dilakukan aparat, khususnya Satgas Operasi Damai Cartenz.

Ia menilai upaya tersebut penting untuk melindungi masyarakat dari ancaman kelompok bersenjata.

Menurutnya, penindakan yang dilakukan secara tegas, profesional, dan berkeadilan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua, khususnya di Mimika.

Tak hanya itu, Edison turut mengapresiasi pendekatan humanis yang dilakukan aparat keamanan melalui Operasi Damai Cartenz.

Ia menilai kehadiran aparat di tengah masyarakat mampu membangun kepercayaan sekaligus menciptakan rasa aman di tengah situasi yang berkembang.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat Papua agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan bersama-sama menjaga persatuan serta kesatuan demi terciptanya Papua yang aman dan damai,” tegasnya.

Edison berharap, dengan adanya dukungan dari tokoh masyarakat dan pemuda, sinergi antara aparat keamanan dan warga dapat terus diperkuat.

Hal ini dinilai penting agar situasi kamtibmas di Papua tetap kondusif dan masyarakat dapat menjalani aktivitas dengan aman.

Di tengah dinamika yang terjadi, seruan persatuan dari berbagai elemen masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kedamaian dan masa depan Papua yang lebih baik. ***