Nabire, Taburanews.my.id — Tradisi penyerahan pasukan di Korem 173/Praja Vira Braja (PVB) berlangsung penuh makna. Di momen itu, Danrem 173/PVB, Brigjen TNI Vivin Alivianto, menyampaikan pesan yang tak biasa: ia secara terbuka meminta seluruh prajurit untuk tidak ragu mengingatkannya jika melakukan kesalahan.

Dalam sambutannya pada kegiatan tradisi penyerahan pasukan, Brigjen Vivin menegaskan bahwa tradisi tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari jati diri prajurit yang sarat nilai kehormatan dan loyalitas.

Ia menjelaskan, tradisi penyerahan pasukan berakar dari satuan pasukan khusus seperti Komando Pasukan Khusus (Kopassus), sebelum akhirnya diikuti oleh berbagai satuan lain di lingkungan TNI.

Namun yang paling mencuri perhatian adalah pengakuan jujurnya soal jabatan yang kini diemban.

“Saya terus terang tidak pernah berpikir, tidak pernah bermimpi akan menjadi Danrem. Bahkan secara waktu, saya merasa kesempatan itu sudah lewat,” ujar Brigjen Vivin.

Meski demikian, ia meyakini penugasan tersebut merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya budaya keterbukaan di lingkungan satuan. Ia bahkan secara tegas meminta seluruh jajaran untuk berani mengoreksi dirinya.

“Kalau saya salah, tolong ingatkan. Jangan tunggu sampai saya jatuh ke dalam lubang. Kalau sudah terlihat mengarah ke kesalahan, segera sampaikan,” tegasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Brigjen Vivin mengaku akan menyiapkan wadah aspirasi bagi prajurit, agar kritik dan saran dapat disampaikan secara langsung maupun tertulis.

Ia juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya dengan para staf dan jajaran, termasuk kemungkinan koordinasi intensif dengan pejabat sebelumnya guna memahami berbagai hal yang belum dikuasainya.

Di sisi lain, ia memastikan akan melanjutkan program-program yang telah dirintis oleh pejabat lama, sembari mempelajari lebih dalam kondisi satuan yang kini dipimpinnya.

Menurutnya, setiap penugasan selalu memiliki tantangan tersendiri yang harus dijawab dengan kerja bersama.

“Saya yakin, setiap tempat ada ‘PR’-nya. Ada hal-hal yang harus diperbaiki, ditingkatkan, atau bahkan dihilangkan. Itu yang akan saya pelajari ke depan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Brigjen TNI Vivin Alivianto mengungkapkan bahwa langkah awal kepemimpinannya akan difokuskan pada konsolidasi internal dan penguatan soliditas prajurit.

“Saya ingin membangun komunikasi yang kuat di dalam. Karena kekuatan satuan itu ada pada kebersamaan dan kepercayaan,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa keterbukaan terhadap masukan bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan dalam memimpin satuan.

“Pemimpin itu tidak boleh anti kritik. Justru dari situlah kita bisa tahu kekurangan dan segera memperbaikinya,” tambahnya.

Terkait program kerja, ia memastikan tidak akan melakukan perubahan drastis dalam waktu dekat, melainkan melanjutkan kebijakan yang sudah berjalan sambil melakukan evaluasi bertahap.

“Saya akan lanjutkan program yang sudah ada, sambil melihat mana yang perlu diperkuat atau disempurnakan,” ujarnya.

Brigjen Vivin mengajak seluruh prajurit untuk menjaga kehormatan satuan dan terus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas negara.

“Yang terpenting adalah kita tetap solid, profesional, dan setia pada tugas demi keutuhan NKRI,” pungkasnya. (FN)