Ilaga, Taburanews.my.id – Suasana pagi di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, tampak berbeda pada Senin (23/3/2026).
Sejumlah personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menyusuri permukiman warga dengan berjalan kaki.
Bukan sekadar patroli biasa, kehadiran mereka justru diwarnai dengan sapaan hangat dan percakapan ringan bersama masyarakat.

Di sepanjang jalan, aparat berhenti di beberapa titik untuk berbincang langsung dengan warga.
Obrolan yang terjalin sederhana, mulai dari aktivitas harian hingga kondisi keamanan lingkungan dalam beberapa waktu terakhir.
Interaksi ini menjadi cara aparat membaca situasi sekaligus mendengar langsung suara masyarakat dari dekat.
Pendekatan dialogis tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas keamanan tanpa menciptakan jarak.
Aparat tidak hanya hadir sebagai penjaga ketertiban, tetapi juga membangun kepercayaan melalui komunikasi yang terbuka.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi kunci dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.
Menurutnya, kehadiran aparat harus mampu menghadirkan rasa aman sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis melalui patroli dan interaksi langsung. Ini penting agar masyarakat merasa aman dan percaya dengan kehadiran aparat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol. Adarma Sinaga. Ia menekankan bahwa komunikasi yang terbangun di lapangan menjadi bagian penting dalam mendeteksi dan mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.
“Melalui patroli rutin dan komunikasi yang baik, potensi gangguan kamtibmas bisa diantisipasi lebih awal. Ini adalah komitmen kami dalam menjaga keamanan secara berkelanjutan,” kata Adarma.
Patroli berlangsung aman dan lancar. Namun lebih dari itu, kehadiran aparat di Ilaga pagi itu mencerminkan upaya membangun pendekatan baru, bahwa menjaga keamanan tidak selalu tentang kewaspadaan, tetapi juga tentang mendengar dan hadir di tengah masyarakat. (FN)

