Nabire, Taburanews.my.id — Program “TV Pintar” yang diinisiasi oleh Prabowo Subianto mulai digulirkan di Papua Tengah dengan membuka rekrutmen tenaga lokal secara besar-besaran.

Langkah ini disebut sebagai upaya percepatan digitalisasi pendidikan di wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses teknologi.

Koordinator pelaksana program, Yeni Derek, ST. M.Kes, mengatakan rekrutmen difokuskan pada putra-putra daerah agar manfaat program tidak hanya dirasakan sekolah, tetapi juga masyarakat setempat.

“Ini bukan sekadar pemasangan perangkat. Kami ingin masyarakat lokal ikut terlibat dan mendapat peluang kerja dari program ini,” kata Yeni, kepada media via seluler, Kamis malam (19/3/2026) Nabire.

Dalam skema yang disiapkan, setiap distrik akan diisi satu koordinator. Sementara di tingkat sekolah, dibutuhkan dua tenaga instaler, masing-masing sebagai instaler utama dan cadangan.

Kata Yeni, para peserta tidak langsung ditetapkan, melainkan harus mengikuti pembekalan materi secara daring melalui Zoom sebelum menjalani ujian pada pekan ketiga Maret 2026. Hasil ujian tersebut akan menentukan posisi mereka di lapangan.

“Persyaratan yang ditetapkan relatif terbuka: laki-laki berusia 18 hingga 40 tahun, diutamakan bukan ASN, memiliki ponsel Android, serta email aktif untuk menunjang pelaporan kerja, “ujarnya.

Ia menjelaskan, nantinya, para instaler bertugas memasang perangkat TV pintar di sekolah sekaligus mendokumentasikan seluruh proses instalasi. Setiap tenaga maksimal menangani dua sekolah dengan lokasi berdekatan guna menjaga efektivitas pekerjaan.

“Program ini juga memberi fleksibilitas pada distribusi perangkat. Dalam satu sekolah, jumlah TV pintar yang dipasang bisa lebih dari satu unit, disesuaikan dengan kebutuhan dan luas area sekolah, “pungkasnya.

Ia menambahkan bahwa, perekrutan berbasis distrik ini dinilai menjadi strategi untuk memastikan pemerataan sekaligus efisiensi pelaksanaan di lapangan, termasuk dengan mendorong keterlibatan tenaga kerja yang berdomisili dekat dengan lokasi pemasangan.

“Dengan pendekatan tersebut, program “TV Pintar” diharapkan mampu mempercepat transformasi pendidikan di Papua Tengah, sekaligus membuka ruang partisipasi ekonomi bagi masyarakat lokal di tengah dorongan digitalisasi nasional, “tutup Yeni. (FN)