Nabire, Taburanews.my.id — Aktivitas menghitung kotak makanan mungkin terdengar sederhana. Namun bagi tim dapur SPPG Kalisusu 002 di Nabire, pekerjaan itu menjadi langkah penting yang tak boleh dilewatkan sebelum paket Makan Bergizi Gratis (MBG) didistribusikan ke sekolah-sekolah.
Ketua Yayasan ABJ, mitra SPPG Kalisusu 002, Yenice, mengatakan setiap hari tim dapur memastikan seluruh kotak makanan dihitung satu per satu sebelum diberangkatkan ke sekolah.

Langkah itu dilakukan agar jumlah makanan yang dikirim benar-benar sesuai dengan jumlah siswa penerima.
“Pekerjaan kecil seperti menghitung jumlah MBG mungkin terlihat sepele. Namun di dapur SPPG Kalisusu 002, menghitung kotak makanan satu per satu itu penting sebelum berangkat ke sekolah, agar tidak terjadi kekurangan saat dibagikan,” ujar Yenice kepada wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu (14/3/2026).
Menurut dia, proses penghitungan tersebut sebenarnya merupakan bagian dari standar operasional prosedur (SOP) dalam pelayanan distribusi makanan.
Meski demikian, langkah itu juga menjadi bentuk kehati-hatian tim dapur agar proses pembagian di sekolah dapat berjalan lancar.
Setiap kotak makanan dihitung dengan teliti sebelum diantar. Sebab, jika jumlah paket yang tiba di sekolah tidak sesuai dengan jumlah siswa, situasi dapat berubah menjadi tegang.
“Bayangkan saja, anak-anak sudah menunggu makanan mereka dan guru sudah bersiap membagikan. Kalau tiba-tiba jumlahnya kurang, tentu semua orang bisa panik,” katanya.
Karena itu, di dapur SPPG Kalisusu 002 terdapat prinsip sederhana yang selalu dipegang oleh tim setiap hari.
“Lebih baik capek menghitung di dapur daripada panik saat pembagian,” ujar Yenice.
Ia menambahkan, meskipun terlihat sebagai pekerjaan kecil, kegiatan menghitung kotak makanan tersebut merupakan bagian penting dari pelayanan kepada para siswa.
Dengan perhitungan yang tepat, proses distribusi dapat berlangsung tertib dan makanan sampai kepada anak-anak sesuai kebutuhan.
Bagi tim dapur, kegiatan itu bahkan kerap menjadi bahan candaan di sela-sela pekerjaan.
“Kadang kami bercanda, ‘ah cuma hitung kotak makanan’. Tapi kalau sampai kurang saat pelayanan, tentu panik juga. Karena itu sebelum MBG berangkat ke sekolah, semuanya harus dihitung dengan benar,” tuturnya.
Di balik kesibukan dapur yang sederhana itu, ada satu tujuan yang selalu dijaga: memastikan setiap anak menerima makanan mereka dengan cukup dan tetap tersenyum saat proses pembagian berlangsung. (FN).

