Nabire, Taburanews.my.id — Antusiasme warga membludak dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Nabire menjelang Hari Raya Idulfitri. Sejumlah komoditas pangan yang dijual dengan harga lebih rendah dari pasaran langsung diserbu masyarakat hingga beberapa di antaranya cepat habis.

Minyak goreng menjadi komoditas pertama yang ludes dibeli warga. Sementara stok gula pasir dilaporkan tinggal sedikit, dan beras yang disediakan Bulog juga sudah terjual lebih dari separuh.

Assistant Manager Business Bulog, Muhammad Rahdian Rasak, mengatakan pihaknya menyediakan berbagai komoditas pangan dengan harga terjangkau untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran.

“Untuk Bulog sendiri kita menyediakan beras SPHP kemasan 5 kilogram dengan harga Rp62.000 per sak. Ada juga beras premium kemasan 10 kilogram, yang harga normalnya Rp158.000, di sini dijual Rp138.000 per sak,” kata Rahdian di lokasi kegiatan.

Selain beras, Bulog juga menjual gula pasir dan minyak goreng dengan harga lebih murah dari harga pasar. Gula pasir yang biasanya dijual sekitar Rp20.000 per kilogram, dalam kegiatan ini hanya Rp15.000. Sedangkan minyak goreng “Minyak Kita” dijual Rp15.500 per liter, lebih rendah dari harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700.

Dalam kegiatan tersebut Bulog membawa stok dalam jumlah besar. Beras SPHP disediakan sebanyak 2 ton, beras premium 2 ton, gula pasir sekitar 790 kilogram, serta minyak goreng sebanyak 360 liter.

Namun tingginya minat masyarakat membuat sebagian stok cepat habis.

“Sekarang yang sudah habis itu minyak. Gula tinggal sedikit lagi. Beras SPHP dan beras premium masih ada, tapi itu juga sudah lebih dari separuh terjual, mungkin tinggal sekitar sepertiga saja,” ujarnya.

Rahdian berharap program Gerakan Pangan Murah ini dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau menjelang Idulfitri.

“Harapannya kebutuhan masyarakat menjelang hari raya bisa terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau dan kualitas yang baik. Dan ini bukan hanya untuk masyarakat muslim, tapi untuk seluruh masyarakat di Nabire,” katanya.

Untuk memastikan distribusi merata, pembelian juga dibatasi. Meski aturan terbaru memperbolehkan hingga 10 sak per orang, dalam kegiatan ini pembelian sementara dibatasi maksimal enam sak per orang agar lebih banyak warga yang bisa mendapatkan bahan pokok tersebut. (FN).