Nabire, Taburanews.my.id — Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Ketahanan Pangan tancap gas menekan lonjakan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Lewat program Gerakan Pangan Murah (GPM), sejumlah komoditas strategis dijual dengan harga subsidi, bahkan jauh di bawah harga pasar, yang digelar di Areal Taman Paraduta, Kodim 1705 Nabire. Kamis (12/3/2026).

Langkah ini dilakukan untuk meredam inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat yang biasanya tertekan saat kebutuhan pangan melonjak menjelang Lebaran.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, SP., M.Si, mengatakan beberapa komoditas yang disubsidi dalam program tersebut antara lain beras, gula pasir, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur, bawang merah, serta bawang putih.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini kami menjual komoditas di bawah harga pasar bahkan di bawah harga distributor, karena pemerintah memberikan subsidi langsung,” kata Yasor, kepada awak media saat ditemuin disela berlangsungnya GPM.
Salah satu komoditas yang paling terasa dampaknya adalah daging ayam. Jika di pasaran dijual sekitar Rp45.000 per kilogram, melalui GPM masyarakat bisa membelinya hanya dengan Rp40.000 per kilogram setelah mendapat subsidi Rp5.000.
Hal serupa juga berlaku untuk telur yang mendapatkan potongan harga Rp5.000 per kilogram.
Namun yang paling mencolok adalah harga daging sapi. Dari harga distributor Rp170.000 per kilogram, pemerintah memberikan subsidi Rp20.000 sehingga masyarakat bisa membeli dengan harga Rp150.000 per kilogram.
Padahal di pasaran, harga daging sapi saat ini bahkan sudah menyentuh kisaran Rp250.000 per kilogram.
“Ini menunjukkan masyarakat memang membutuhkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Yasor.
Menurutnya, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah menjelang hari-hari besar keagamaan.
Tak hanya menjelang Lebaran, Dinas Ketahanan Pangan Nabire juga menyiapkan Gerakan Pangan Murah Mandiri yang akan digelar rutin setiap hari Jumat sepanjang tahun 2026.
Program ini akan dilaksanakan melalui kios pangan di halaman kantor Dinas Ketahanan Pangan serta di sejumlah distrik di Kabupaten Nabire.
Selain operasi pasar, pemerintah daerah juga terus memantau stok dan harga pangan di pasar, distributor hingga produsen guna mengantisipasi lonjakan harga akibat panjangnya rantai distribusi.
Pemerintah berharap intervensi ini mampu menahan gejolak harga sekaligus memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau menjelang Lebaran. (FN).

