Nabire, Taburanews.my.id — TNI memastikan kesiapan penuh dalam mendukung pengamanan bulan suci Ramadan hingga perayaan Idulfitri di wilayah Papua Tengah. Hal itu ditegaskan Kepala Seksi Intelijen Komando Resor Militer 173/Praja Vira Braja, Kolonel Inf. Budy Suryadi, saat menyampaikan sambutan mewakili Danrem 173/PVB dalam rapat koordinasi lintas sektoral pengamanan Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, yang digelar di Ballroom Kantor Gubernur Provinsi Papua Tengah. Selasa (10/3/2026).

Dalam forum tersebut, Budy mengatakan peningkatan aktivitas masyarakat selama Ramadan berpotensi menimbulkan sejumlah kerawanan keamanan yang perlu diantisipasi bersama.
Ia mencontohkan meningkatnya aktivitas masyarakat di pusat-pusat keramaian seperti pasar dan pusat perbelanjaan, mobilitas warga pada waktu sahur dan berbuka puasa, hingga potensi munculnya balapan liar, penggunaan petasan, penyebaran hoaks, serta tindak kriminal lainnya.
“Karena itu, diperlukan langkah pengamanan yang terencana, terkoordinasi, dan melibatkan seluruh unsur terkait,” kata Budy.
Menurut dia, kondisi geografis serta keragaman sosial budaya masyarakat Papua Tengah menuntut pola pengamanan yang tidak hanya kuat, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis serta menghormati nilai-nilai adat setempat.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan selama Ramadan hingga Idulfitri.
Budy juga menyebutkan, keterlibatan TNI dalam mendukung pengamanan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang TNI, khususnya terkait operasi militer selain perang, termasuk membantu tugas pemerintahan di daerah serta membantu Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Korem 173/PVB beserta seluruh kekuatan personel dan perlengkapannya siap memberikan dukungan kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah serta seluruh kabupaten dalam rangka Operasi Ketupat guna menjaga keamanan dan kekhidmatan Ramadan serta Idulfitri,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Budy juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Ia menegaskan bahwa perbedaan agama, suku, bahasa, adat, dan budaya bukanlah sumber konflik, melainkan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama.
Menurut dia, para tokoh masyarakat, tokoh agama, serta aparat pemerintah memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda agar keberagaman tersebut menjadi kekuatan pemersatu bangsa.
“Keberagaman adalah anugerah yang harus kita rawat bersama demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat persatuan bangsa,” kata Budy.
Ia berharap sinergi antara seluruh unsur tersebut dapat terus terjalin sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua Tengah tetap kondusif selama Ramadan hingga Idulfitri, sebagaimana semangat persatuan yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. (FN).

