Nabire, Taburanews.my.id – Kepolisian Daerah Papua Tengah memanfaatkan momentum Ramadan dengan turun langsung ke jalan membagikan takjil kepada masyarakat.

Kegiatan ini dilakukan secara rutin oleh jajaran kepolisian sebagai bentuk dukungan terhadap umat muslim yang menjalankan ibadah puasa.

Kapolda Papua Tengah, Jermias Rontini, mengatakan pembagian takjil bukan kegiatan baru bagi institusi Polri. Tradisi ini bahkan sudah berlangsung bertahun-tahun setiap Ramadan.

“Kalau saya hitung-hitung ini sudah tahun yang ke sekian belas kita melakukan pembagian takjil kepada saudara-saudara kita yang melaksanakan ibadah puasa,” kata Jermias saat ditemui awak media seusai giat tersebut di Mapolda Papua Tengah, Jum’at (6/3/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dilakukan secara bergiliran oleh satuan kerja (satker) di lingkungan Polda Papua Tengah. Setiap hari, tiga satker ditugaskan untuk turun ke jalan membagikan takjil kepada masyarakat.

“Di Polda Papua Tengah ada sekitar 20 satker. Kita bagi setiap hari tiga satker yang bertugas membagikan takjil kepada masyarakat, khususnya pengendara roda dua maupun roda empat,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri sekaligus upaya mendekatkan diri dengan masyarakat selama bulan suci.

“Kita berharap kegiatan ini bisa membantu saudara-saudara kita yang sedang menjalankan ibadah puasa,” katanya.

Selain kegiatan sosial Ramadan, Jermias juga menyinggung perkembangan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri yang direncanakan berdiri di wilayah Nabire.

Menurutnya, proyek tersebut masih dalam tahap proses dan diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat di Papua Tengah.

“SPPG Polri yang di Pulau Napan itu memang masih berproses. Kita berharap ini nantinya bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat di Nabire dan Papua Tengah,” ujarnya.

Ia menilai wilayah Papua Tengah memiliki potensi untuk pengembangan infrastruktur energi, termasuk SPPG Polri.

“Kita lihat Papua Tengah ini baru bisa memberikan ruang untuk pembangunan SPPG Polri tersebut. Tapi tentu bertahap, kita lihat situasi di lapangan sambil perlahan menyampaikan kepada masyarakat,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda juga menanggapi perkembangan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang dipimpin AK.

Ia menegaskan bahwa operasi tersebut berada di bawah kendali satuan tugas khusus, sementara Polda Papua Tengah memberikan dukungan penuh.

“Kami sebagai pengendali wilayah memberikan backup penuh kepada rekan-rekan satgas yang melaksanakan tugas di lapangan,” ujarnya.

Jermias berharap operasi tersebut dapat berjalan maksimal sehingga situasi keamanan di Papua Tengah tetap kondusif.

“Kita berharap upaya yang dilakukan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dan kamtibmas tetap terjaga,” katanya.

Ia juga merespons informasi mengenai ancaman dari kelompok AK terhadap masyarakat yang mencari gaharu maupun hasil hutan di wilayah pegunungan.

Polisi, kata dia, telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tidak memasuki wilayah yang berpotensi menjadi jalur pergerakan kelompok tersebut.

“Kita menghimbau masyarakat agar tidak pergi ke lokasi-lokasi yang menjadi tempat melintasnya kelompok tersebut,” ujarnya.

Ia juga meminta warga yang tetap hendak beraktivitas di wilayah tersebut untuk terlebih dahulu memberi informasi kepada aparat keamanan.

“Kalau masyarakat menginformasikan kepada petugas sebelum pergi, setidaknya kami bisa mengetahui dan mengambil langkah-langkah antisipasi jika terjadi sesuatu,” tutupnya.